Thursday, July 1, 2021

Iman yang mengundang belas kasih Allah

*Iman yang mengundang belas kasih Allah.*

1 Juli 2021
@jg_arif_wibowo 

Bacaan hari ini : Kejadian 22: 1-9 dan Matius 9:1-8.

Ayat emas hari ini: 

_"Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.""_
KEJADIAN 22:2


Dapatkah akal budi kita merumuskan iman? Bahasa dan budaya manusia terlalu terbatas untuk menyampaikan dan memberi pemahaman tentang yang ilahi. Termasuk pengertian iman. 

MATIUS 9:2b
_Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."_

Dalam perikop  Matius 9:1-8  itu diceritakan bahwa orang lumpuh itu sembuh karena imannya. Yesus tergerak hatinya untuk menyembuhkan  karena melihat iman orang lumpuh itu. Apakah iman itu? 

Kita perlu kesusasteraan atau narasi yang menembus batin kita dan melampaui apa yang bisa dibayangkan atau direkonstruksi  oleh akal budi kita. Cerita Bapa Abraham yang percaya dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya pada TUHAN, mematuhi perintah TUHAN yang didengarnya,  berangkat ke puncak gunung Moria untuk mempersembahkan anak satu-satunya Ishak yang dikasihinya menjadi kurban sembelihan dan kurban bakaran.

Bagaimana jika hari ini ada orang bertindak seperti yang dilakukan Abraham terhadap Ishak?  Akankah orang berpikir Abraham adalah manusia gila dan keji? 

Di sinilah kesusasteraan bermain menyajikan narasi, yang mau memberi pemahaman makna beriman dan penyerahan diri yang total pada penyelenggaraan Allah atas hidup manusia melalui kisah Abraham dan Ishak itu.

Kiranya iman seperti Abraham itulah yang dilihat oleh Yesus pada orang lumpuh itu.  Iman yang mengundang kuasa dan belas kasih Allah untuk menyelesaikan persoalan dan penderitaan manusia melampaui keterbatasan akal budi manusia. 

Iman dan akal budi, *fides et ratio*  ,  adalah anugerah TUHAN yang agung pada manusia. Kita perlu terus memupuk iman dan akal budi kita agar sehat dan berbuah bagi kita dan sesama kita.   

Iman dan akal budi bagai sepasang sayap rajawali yang membawa manusia terbang, naik  sampai pada kebenaran dan karunia-karunia Allah.
.
.
#jaga_jarak_pakai_masker_cuci_tangan.

No comments:

Post a Comment