Monday, December 31, 2012
Novel dan Film Indonesia Yang Merindukan Indonesia Sejati (1)
Saya bukan ahli film ataupun sastrawan. Namun di tahun 2012 yang lalu saya banyak belajar tentang Indonesia dari novel-novel dan filam karya generasi muda Indonesia. Saya sangat terkesan pada karya adik-adik kita yang sangat menyentuh rasa kebangsaan dan kemanusiaan kita.
Erwin Ernada mantan boss Playboy Indonesia yang sempat masuk penjara berhasil menelurkan sebuah novel tentang kehidupan dua anaka remaja bersahabat yang hidup di Pantai Lovina Bali. Seorang remaja Hindu dan remaja Muslim.
Novel ini menceritakan persahabatan yang polos dan tulus antara Sami'i yang muslim suku Minang dan yang Hindu dari asli Bali.
Novel ini berjudul Rumah di Seribu Ombak yang dibuat film nya dengan judul yang sama. Film nya beredar diberbagai bioskop pada bulan Agutus tahun 2012.
Setelah Sang Pencerah, yang bercerita tentang KH Ahamad Dahlan, Hanung Bramantyo melahirkan film yang kontroversi berjudul "?" ( Tanda Tanya). Film yang memotret kehidupan plural yang nyata hidup dalam masyarakat. Film yang memotret interaksi kultural yang damai antara anggota masyarakat Indonesia yang berbeda agama dan etnis beserta ragama toleransi antar perbedaan. Film ini menjadi kontroversi walaupun itu menunjukkan kearifan lokal Indonesia dan kecerdasan anggota masyarakat Indonesia dalam mengelola perbedaan.
Film Di Timur Matahari oleh Ari Sihasale dan Nia Zulkanaen berhasil memotret ketimpangan sosial ekonomi dan budaya beserta komplikasi masalah kesejahteraan antara Papuan dan Indonesia Barat. Namun mengandung pesan kuat yang
Di pertengahan tahun 2012 aku membaca novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Menurutku novel ini dengan cerdas bisa secara halus menggambarkan pertentangan perbedaan penghayatan manusia Indonesia dalam beragama. Di mana perbedaan penghayatan dan pemahaman itu bisa dimanfaatkan secara negatif untuk, contohnya, exploitasi alam yang merusak.
- Posted using BlogPress from my iPad
Wednesday, November 21, 2012
Pangandaran Tujuan Wisata Yang Meredup?
Suasana seperti pasar terlihat di sepanjang pantai Pangandaran. Wisatawan tidak bisa melihat pantai langsung dari jalan aspal sepanjang pantai. Tidak ada hotel yang memiliki pemaneangan langsung ke laut tanpa terhalang pedagang sepanjang pantai. Itulaha Pantai Pangandaran yang kami lihat pada long week end 1 Muharram yang lalu.
Di sebelah barat Pangandaran ada tempat yang lebih menarik. Yaitu pantai Batu Karas. Pantai Batu Karas letaknya berdekatan dengan Green Canyon. Green Canyon adalah komplek batu gamping karst dengan sungai aktif di bawah tanah yang muncul ke permukaan. Sungainya bernama Cijulang. Banyak tempat penginapan atau hotel di tepi sungai Cijulang. Hotel dalam bentuk cottage ini menawarkan suasana tepi sungai.
Hari itu, beberapa hari sebelum 1 Muharram, kami baru sadar bahwa kami akan dapat libur akhir pekan yang panjang karena peringatan 1 Muharram jatuh pada hari Kamis. Dengan demikian kami akan "dipaksa" libur di hari Jumatnya karena Harpitnas atau hari kejepit nasional.
Ketika menyadari bahwa kita akan dapat long week end, kita mulai browsing cari tujuan wisata. Rupanya kami terlambat, tujuan wisata yang kami inginkan dan tiket pesawat sudah gak kebagian. Akhirnya kami pilih menuju pantai Pangandaran sambil berpetualang nyetir mobil sendiri.
Kami berangkat dari Jakarta hati Kamis jam 5.30 pagi. Kami tiba di Pangandaran sore jam 15.30 sore. Perjalanan kami dari Jakarta ke Pangandaran menempuh waktu 10 jam termasuk istirahat makan siang di jalan raya Gunung Cupu.
Kami punya mainan baru di ipad kami. Yaitu applikasi google map. Kami coab manfaatkan aplikasi google map dalam ipad kami ini untuk bantu navigasi perjalanan kami dari Jakarta ke Pangandaran.
Aplikasi ini sangat menarik bisa menampilkan beberapa lapisan informasi geografi. Bisa dalam basis terrain, sattelite image bahkan bisa kasih informasi jalur-jalur lalulintas yang pada dan tidak padat. Namun fasilitas yang terakhir ini masih harus diuji akurasinya.
Fasilitas yang lain adalah navigasi memilih rute perjalanan dari satu tempat ke tempat tujuan berikutnya. Bisa menyajikan beberapa route alternatif sambil memperkirakan jarak dan waktu tempuh. Aplikasi ini juga bisa menampilkan tempat-tempat rumah makan atau hotel pada wilayah tertentu yang kita inginkan dengan fasilitas search nya.
Setibanya di Pangandaran, suasana pantai sangat padat. Kesannya kisruh dan kumuh. Pedagang seperti pasar berderet sepanjang pantai Pangandaran. Pengunjung tak bisa lihat pantai langsung dari jalan di depan hotel karena terhalang deretan pedagang yang seperti pasar. Sangat disayangkan pantai Pangandaran yang indah ini jadi tidak tertata.
Keesokan harinya, itu hari Jumat, kami menuju ke arah barat, menuju tempat wisata Green Canyon. Kami berangkat pagi hari jam 8.00 dengan harapan tiba di Green Canyon jam 10.00 pagi dan selesai dari Green Canyon jam 13.00 lalu kembali ke Pangandaran untuk berkunjung ke cagar alam.
Perjalanan dari Pangandaran ke Green Canyon makan waktu satu jam. Ketika tiba di Green Canyon kami kaget dan kecewa ternyata operator perahu dan fasilitas wisata di Green Canyon libur setengah hari pada hari Jumat. Mereka baru mulai bekerja jam 13.00. Tidak hanya kami tapi pengunjung yang lain juga banyak yang kecewa sudah tiba jam 10.00 pagi di tempat wisata Green Canyon desa Cijulang ini, pelayanan masih tutup dan para wisatawan itu harus tunggu hingga jam 13.00. Kita bisa bayangkan, ini long week end, banyak pengunjung tapi fasilitas wisata beroperasi hanya setengah hari. Sebaiknya otoritas pariwisata memberi tahu dan saran pada tamu hotel di Pangandaran agar mereka tidak kecele dan bisa mengatur jadwal hal yang akan dilakukan di kawasan wisata Pangandaran ini.
Atas saran petugas setempat, sambil menunggu jam 13.00, kami pergi ke pantai Batu Karas yang berjarak 20 menit dari Cijulang. Perjalanan menuju Batu Karas ini dengan menyusuri sungai Cijulang yang berwarna hijau. Suasana menuju Batu Karas cukup menarik. Suasananya pedesaannya masih asri. Ada beberapa penginapan yang bagus di sepanjang sungai Cijulang ini. Kelihatannya tempat ini lebih bagus dari pantai Pangandaran. Setibanya di pantai Batu Karas, pengunjung cukup ramai, tetapi suasana masih lebih rapi dari pada Pangandaran. Ada juga cafe-cafe dengan penampilan standard. Masih ada pengunjung bule nya. Maksudku turis asing.
Thursday, November 15, 2012
Lin Che Wei : Badut Politik dalam Kasus Pembubaran BP MIgas dan UU MIgas tahun 2001.
Dari seorang kawan, aku mendapatkan artikel dari Li Che Wei. Tulisan ini sangat menarik. Aku salin dan simpan dalaml blog ku.
TERNYATA!! YANG PENASARAN DG KASUS BP MIGAS SILAHKAN BACA:
Badut Politik dalam Kasus Pembubaran BPMIGAS dan UU Migas tahun 2001.
(Oleh Lin Che Wei)
Babak 1 - Proses pembahasan dan pengundang-undangan UU Migas 2001 terjadi antara tahun 1999 sampai 2001. UU MIgas di undang-undangkan pada bulan November 2001. UU Migas ini merupakan produk pembahasan antara Pemerintah pada masa itu dan DPR pada masa itu. Marilah Kita melihat siapa saja aktor politik tersebut. Ketua MPR - Amien Rais (Mantan ketua Muhammadiyah -dari PAN) Ketua DPR - Akbar Tanjung (Golkar - Mantan Aktivis HMI) Ketua Komisi VIII - DPR - Irwan Prajitno (dari Partai Keadilan).
Pada saat itu Poros Tengah (Koalisi dari beberapa partai berbasis islam seperti PAN, PKB, PBB, PPP) sedang naik daun dan sangat berpengaruh di Parlemen karena mereka adalah 'king maker' dari naiknya Gus Dur menjadi Presiden. Yang menarik di dalam pembahasan tersebut dan perundang-undangan UU MIgas tersebut... adalah : Semua Fraksi di DPR (kecuali satu fraksi kecil), semua partai berbasis islam (termasuk Partai Keadilan, PAN, PPP, PBB, PKB) dan juga partai besar (PDI-P dan Golkar) mendukung ratifikasi dari UU Migas.
Sangat ironis karena satu-satunya partai yang justru menyatakan keberatan adalah Fraksi Demokrasi Kasih Bangsa (Partai kecil yang berbasis agama kristen). Pada saat tersebut (1999-2001 periode - periode pembahasan dan ratifikasi) - Kwik Kian Gie adalah Menko Perekonomian (PDI-P) dan kemudian menjadi Ketua Bappenas. - Rizal Ramlie adalah mantan Menkeu/Menko Perekonomian waktu zaman Gus Dur. - Mahfud MD adalah Menteri Pertahanan dan sempat menjadi Menteri Hukum Dan Perundangan-Undangan zaman Gus Dur.
Semua komponen pemerintah dan parlemen pada waktu itu setuju untuk meratifikasi UU Migas 2001 dan melahirkan BP MIgas. Berdasarkan rekomendasi dari Kwik Kian Gie, ketika terjadi penggantian Dirut Pertamina, Martiono Hadianto (yg menentang RUU Migas pada saat itu). Kwik sangat merekomendasi Baihaki Hakim untuk menggantikan Martiono. Di masa Baihaki inilah Pertamina melepaskan wewenangnya dan mengalihkannya ke BP Migas.
Babak ke 2 - Adegan Mahkamah Konstitusi tahun 2012. Para Pemohon di pengadilan konstitusi : 1. Muhamadiyah 2. Hasyim Muzadi dari NU 3. Ormas-ormas islam seperti Hizbut Thahir. 4. Kwik Kian Gie 5. Rizal Ramlie dan yg lain-lain.....menuntut UU Migas 2001. Ketua Mahkamah Konstitusi : Mahfud MD (mantan Menteri Pertahanan era Gus Dur). Putusan : 7-1, MK menyatakan UU Migas 2001 cacat dan BP Migas dibubarkan. BP Migas tidak sesuai dengan UU.
Catatan : Mengapa partai-partai tersebut justru menyetujui RUU tersebut menjadi UU? Pak Kwik Kian Gie, mengapa anda tidak ribut-ribut ketika anda justru sangat berkuasa sebagai Menko Ekuin. Pak Rizal Ramlie, mengapa anda tidak menyatakan keberatan anda justru dizaman reformasi dimana anda adalah Menkeu dan Menko. Pak Mahfud MD - mengapa kita tidak membahas soal Energy Security issue ketika anda menjadi Menhan? Oh ya saya juga baru sadar bahwa anda adalah ketua kehormatan ikatan alumni NU yang juga ikut di dalam menggugat putusan tersebut. Partai-partai ini sekarang membatalkan produk hukum yang justru merupakan persetujuan produk legislative process.
Ada baiknya kita melepaskan attribut keagamaan apabila kita berdebat soal kebijakan publik. Tidak arif orang menggunakan attribut agama untuk pro dan con terhadap kebijakan publik. Jangan pernah lupa akan rekam jejak dari politik. Dan jangan biarkan politician (atau lebih tepatnya Badut-badut politik) berakobrat danmencari popularitas semata. Untuk membentuk tatanan hukum migas dan struktur migas yang baik diperlukan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Untuk menghancurkannya hanya butuh sekejap. Saya tidak terlalu mempermasalahkan dan tidak beropini apakah UU Migas 2001 benar atau salah. Yang saya sedih adalah melihat kelakuan orang yang ikut bertanggung jawab dalam pembentukan tersebut dan sekarang bersama-sama menghancurkannnya. By Lin Che Wei
TERNYATA!! YANG PENASARAN DG KASUS BP MIGAS SILAHKAN BACA:
Badut Politik dalam Kasus Pembubaran BPMIGAS dan UU Migas tahun 2001.
(Oleh Lin Che Wei)
Babak 1 - Proses pembahasan dan pengundang-undangan UU Migas 2001 terjadi antara tahun 1999 sampai 2001. UU MIgas di undang-undangkan pada bulan November 2001. UU Migas ini merupakan produk pembahasan antara Pemerintah pada masa itu dan DPR pada masa itu. Marilah Kita melihat siapa saja aktor politik tersebut. Ketua MPR - Amien Rais (Mantan ketua Muhammadiyah -dari PAN) Ketua DPR - Akbar Tanjung (Golkar - Mantan Aktivis HMI) Ketua Komisi VIII - DPR - Irwan Prajitno (dari Partai Keadilan).
Pada saat itu Poros Tengah (Koalisi dari beberapa partai berbasis islam seperti PAN, PKB, PBB, PPP) sedang naik daun dan sangat berpengaruh di Parlemen karena mereka adalah 'king maker' dari naiknya Gus Dur menjadi Presiden. Yang menarik di dalam pembahasan tersebut dan perundang-undangan UU MIgas tersebut... adalah : Semua Fraksi di DPR (kecuali satu fraksi kecil), semua partai berbasis islam (termasuk Partai Keadilan, PAN, PPP, PBB, PKB) dan juga partai besar (PDI-P dan Golkar) mendukung ratifikasi dari UU Migas.
Sangat ironis karena satu-satunya partai yang justru menyatakan keberatan adalah Fraksi Demokrasi Kasih Bangsa (Partai kecil yang berbasis agama kristen). Pada saat tersebut (1999-2001 periode - periode pembahasan dan ratifikasi) - Kwik Kian Gie adalah Menko Perekonomian (PDI-P) dan kemudian menjadi Ketua Bappenas. - Rizal Ramlie adalah mantan Menkeu/Menko Perekonomian waktu zaman Gus Dur. - Mahfud MD adalah Menteri Pertahanan dan sempat menjadi Menteri Hukum Dan Perundangan-Undangan zaman Gus Dur.
Semua komponen pemerintah dan parlemen pada waktu itu setuju untuk meratifikasi UU Migas 2001 dan melahirkan BP MIgas. Berdasarkan rekomendasi dari Kwik Kian Gie, ketika terjadi penggantian Dirut Pertamina, Martiono Hadianto (yg menentang RUU Migas pada saat itu). Kwik sangat merekomendasi Baihaki Hakim untuk menggantikan Martiono. Di masa Baihaki inilah Pertamina melepaskan wewenangnya dan mengalihkannya ke BP Migas.
Babak ke 2 - Adegan Mahkamah Konstitusi tahun 2012. Para Pemohon di pengadilan konstitusi : 1. Muhamadiyah 2. Hasyim Muzadi dari NU 3. Ormas-ormas islam seperti Hizbut Thahir. 4. Kwik Kian Gie 5. Rizal Ramlie dan yg lain-lain.....menuntut UU Migas 2001. Ketua Mahkamah Konstitusi : Mahfud MD (mantan Menteri Pertahanan era Gus Dur). Putusan : 7-1, MK menyatakan UU Migas 2001 cacat dan BP Migas dibubarkan. BP Migas tidak sesuai dengan UU.
Catatan : Mengapa partai-partai tersebut justru menyetujui RUU tersebut menjadi UU? Pak Kwik Kian Gie, mengapa anda tidak ribut-ribut ketika anda justru sangat berkuasa sebagai Menko Ekuin. Pak Rizal Ramlie, mengapa anda tidak menyatakan keberatan anda justru dizaman reformasi dimana anda adalah Menkeu dan Menko. Pak Mahfud MD - mengapa kita tidak membahas soal Energy Security issue ketika anda menjadi Menhan? Oh ya saya juga baru sadar bahwa anda adalah ketua kehormatan ikatan alumni NU yang juga ikut di dalam menggugat putusan tersebut. Partai-partai ini sekarang membatalkan produk hukum yang justru merupakan persetujuan produk legislative process.
Ada baiknya kita melepaskan attribut keagamaan apabila kita berdebat soal kebijakan publik. Tidak arif orang menggunakan attribut agama untuk pro dan con terhadap kebijakan publik. Jangan pernah lupa akan rekam jejak dari politik. Dan jangan biarkan politician (atau lebih tepatnya Badut-badut politik) berakobrat danmencari popularitas semata. Untuk membentuk tatanan hukum migas dan struktur migas yang baik diperlukan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Untuk menghancurkannya hanya butuh sekejap. Saya tidak terlalu mempermasalahkan dan tidak beropini apakah UU Migas 2001 benar atau salah. Yang saya sedih adalah melihat kelakuan orang yang ikut bertanggung jawab dalam pembentukan tersebut dan sekarang bersama-sama menghancurkannnya. By Lin Che Wei
Saturday, October 27, 2012
Overpressure VS Underpressure Evidence During Exploration Drilling
One of the risk in petroleum exploration drilling is a blowout. A blowout can cause a collapse of the rig hence to cause the fatality to people and million dollar property loss. One cause of blowout is the formation overpressure that is late to anticipated. One way of anticipating this is by the work of wellsite geologist, a geologist who is assigned in the drilling site to monitor geological data or phenomena that appears on the borehole that is being drilled. The wellsite will monitor all the drilling parameter from the mudlogging unit and the borehole cutting that come out from the borehole.

Evidence of overpressure.
When the formation fluid pressure is greater than the mud pressure, the cuttings tend to explode into the well bore. Cuttings are liberated promptly into the mud with a minimum of abrasion by the bit. Consequently, the cutting have sharp edges and look fresh; they may even be somewhat larger than normal. This case also applies to shale , so we do not have to wait for mud kick from a permeable zone to anticpate significant overpressure. Cuttings tends to be large and fresh looking when they are from overpressured, low-permeability rocks because the pore pressure cannot readily bleed out of the pore system when permeability is low.
Evidence of underpressure
The formation underpressure does not cause a well blowout but when it does not manage well the targetted oil reservoir may be damage and futher the oil can not be optimally produced. This is also a loss in the business investment.
When mud pressure exceeds formation fluid pressure, the mud tends to plaster the hole ( one of the things mud is designed to do ). An undesirable byproduct of this attribute is that cuttings are held on place by the pressure differential between the well bore and the formation such cuttings, even if broken away fram the host rock, are likely to be struck several time by the bit teeth before being carried away in the mud. This process is more likely to take place in permeable zones where ther is a finite flow of mud filtrate into the formation.
From the short story above, as a leader of exploration projects, I would appreciate and give credit to my operation and wellsite geologist who take care our exploration well during the drilling. They are awake almost 24 hours a day when our drill bit approaching the exploration target or the anticipated abnormal pressure zone. My wellsite geologist has to notice carefully the drilling parameter and well cuttings to see if we encounter the such cutting shape above.
--
JGA Wibowo

Evidence of overpressure.
When the formation fluid pressure is greater than the mud pressure, the cuttings tend to explode into the well bore. Cuttings are liberated promptly into the mud with a minimum of abrasion by the bit. Consequently, the cutting have sharp edges and look fresh; they may even be somewhat larger than normal. This case also applies to shale , so we do not have to wait for mud kick from a permeable zone to anticpate significant overpressure. Cuttings tends to be large and fresh looking when they are from overpressured, low-permeability rocks because the pore pressure cannot readily bleed out of the pore system when permeability is low.
Evidence of underpressure
The formation underpressure does not cause a well blowout but when it does not manage well the targetted oil reservoir may be damage and futher the oil can not be optimally produced. This is also a loss in the business investment.
When mud pressure exceeds formation fluid pressure, the mud tends to plaster the hole ( one of the things mud is designed to do ). An undesirable byproduct of this attribute is that cuttings are held on place by the pressure differential between the well bore and the formation such cuttings, even if broken away fram the host rock, are likely to be struck several time by the bit teeth before being carried away in the mud. This process is more likely to take place in permeable zones where ther is a finite flow of mud filtrate into the formation.
From the short story above, as a leader of exploration projects, I would appreciate and give credit to my operation and wellsite geologist who take care our exploration well during the drilling. They are awake almost 24 hours a day when our drill bit approaching the exploration target or the anticipated abnormal pressure zone. My wellsite geologist has to notice carefully the drilling parameter and well cuttings to see if we encounter the such cutting shape above.
--
JGA Wibowo
Thursday, October 25, 2012
Creative work also means that you do not limit your work with any boundary
This morning I did peer review on the lead inventory of one of our business unit. This is what I told to my exploration leader in the business unit in our corporation.
In creating opportunity, the petroleum GeoScientist should not be restricted or limited by the concession boundary or the contract time . It has to be limitless.
Exploration or prospect generation is a creative process with unlimited data. We work with available data in the concession boundary but our thought shall go beyond the boundary. Geology can not be limited by the geographic, nation, or political boundary. Geology is about a region, about a trend.
So, in managing geoscience activities we should manage in a geological region basis. It can be in geological basin basis or several basin with the same character or analog.
That is why I told my team leader that the Geoscientist in the business unit is responsible for exploration wildcat, development, work over and new venture opportunities in the surrounding.
When we study the geology in the business unit or concession area, we have to see the regional trend in the surrounding concession area. When we go beyond the concession boundary, we might find new venture opportunities in the surrounding.
A GeoScientist with a creative work deliverability should not object with this description. This is a part of his professionalism.
It is just a simple reminder. I talked a lot, but this is what I would share.
In creating opportunity, the petroleum GeoScientist should not be restricted or limited by the concession boundary or the contract time . It has to be limitless.
Exploration or prospect generation is a creative process with unlimited data. We work with available data in the concession boundary but our thought shall go beyond the boundary. Geology can not be limited by the geographic, nation, or political boundary. Geology is about a region, about a trend.
So, in managing geoscience activities we should manage in a geological region basis. It can be in geological basin basis or several basin with the same character or analog.
That is why I told my team leader that the Geoscientist in the business unit is responsible for exploration wildcat, development, work over and new venture opportunities in the surrounding.
When we study the geology in the business unit or concession area, we have to see the regional trend in the surrounding concession area. When we go beyond the concession boundary, we might find new venture opportunities in the surrounding.
A GeoScientist with a creative work deliverability should not object with this description. This is a part of his professionalism.
It is just a simple reminder. I talked a lot, but this is what I would share.
Wednesday, October 24, 2012
The Richer consumes more
For example, we can quote on one book that the US, with its 5% population ofthe world, consumes 40% world resources. The US is a rich, or maybe the richest, country. The rich society tend to spend more and cinsume more compare to the poor society. This is not because the richer has more money to spend, but they seems to be addicted to consume things.
In Indonesia, how about Jakarta compare to other city? It is believed that almost 70 % of financial circulation is in Jakarta. That is no wonder that Jakarta consumes the largest for resources like energy, material, entertainment and food. The more Jakarta consume the more it become the economic generator.
Jakarta with 15 million citizen or 15 % of Indonesian population consume much larger than any other cities or region in Indonesia. The rich people is the main target of consumption edication by marketing of companies. People consume what they want and not what they need. This is the succes of marketing practice. Is this good for people to become a big consumer? This can drive people to do corruption!
In Indonesia, how about Jakarta compare to other city? It is believed that almost 70 % of financial circulation is in Jakarta. That is no wonder that Jakarta consumes the largest for resources like energy, material, entertainment and food. The more Jakarta consume the more it become the economic generator.
Jakarta with 15 million citizen or 15 % of Indonesian population consume much larger than any other cities or region in Indonesia. The rich people is the main target of consumption edication by marketing of companies. People consume what they want and not what they need. This is the succes of marketing practice. Is this good for people to become a big consumer? This can drive people to do corruption!
Sunday, October 21, 2012
Proactive also means that You understand and act on it.
Karl Marx said : The Task is not just to understand the World but you change it.
You learn from participating. You learn from others. You learn from the people you are trying to organize. We all have to gain the understanding and experience to formulate and implement ideas.
The phrases above approximately or one alternative attitude of proactive. You are asked to drive your future. Either for your personal or your profesionalism life. You are riding the waves but you aim to arrive at a point of place that you have set before.
If you want to change you life or at least you want to bring yourself to an objective you already set before, you better to fully comprehend your self. Some people will say, " Ah! You will need a SWOT analysis of yourself! That is true! But the principal thing is not just to comprehend and understand, but you act on it. You change yourself!
Yes! You will need energy! But the energy will come when you have made decision that you will change your life.
You learn from participating. You learn from others. You learn from the people you are trying to organize. We all have to gain the understanding and experience to formulate and implement ideas.
The phrases above approximately or one alternative attitude of proactive. You are asked to drive your future. Either for your personal or your profesionalism life. You are riding the waves but you aim to arrive at a point of place that you have set before.
If you want to change you life or at least you want to bring yourself to an objective you already set before, you better to fully comprehend your self. Some people will say, " Ah! You will need a SWOT analysis of yourself! That is true! But the principal thing is not just to comprehend and understand, but you act on it. You change yourself!
Yes! You will need energy! But the energy will come when you have made decision that you will change your life.
Monday, October 15, 2012
Many different companies merged into one corporation.
In the last two years I have been struggling equalize and standardize the quality level of petroleum geoscientist from several different company or business units.When several companies was merged into one corporation, of course, the employee wanted their compensation and benefit package to be equalized or harmonized. While the quality level of the same position has different quality. They wanted to be equalized to be the same with best company employee. The employees could not accept when they was rated lower than the other company.
It is quite a challenge when we merge several oil companies become one corporation. Each of the company has its own asset or block. Each of the asset has differnet contract with government. Now they are put into one corporation. Each of asset or business unit has its own culture. Also the employee, of course, has different quality for the same position.
Since they come from different asset with different wealth, different production level, the employees across the business unit has different level of compensation of benefit. But now we have to equalize them. Then we have to standardize their competence.
Sunday, October 14, 2012
Dominasi Patriarkhi Yang Merusak Nurani Bangsa Ini?
Ternyata Bangsa Indonesia dikuasai oleh para manusia yang tak paham betapa kejinya kejahatan perkosaan perempuan terhadapan kualitas peradaban dan kemanusiaan.
Perkosaan terhadap perempuan adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Kejahatan terhadap kaum yang melahirkan anak-anak peradaban. Dan setiap terjadi perkosaan, reaksi pertama penguasa adalah menyalahkan perilaku dan cara berpakaian perempuan. Ini adalah simplifikasi masalah yang merugikan perempuan dan menjadikan masayarakat makin serampangan dan tidak adil terhadap perkosaan dan perempuan.
Kekuasaan-kekuasaan telah dimanfaatkan untuk pemenuhan nafsu syahwat kehewanan para penegak moral atas nama agama. Polisi moral di Aceh, telah menghadirkan citra yang menakutkan dan citra menakutkan itu telah dimanfaatkan untuk kepentingan syahwat pribadi polisi moral tersebut. Polisi moral ini telah melakukan kejahatan kemanusiaan dan penghinaan terhadap agama yang dijadikannya sebagai acuan. Lihat link-link di bawah ini.
Yang sangat menyedihkan adalah pernyataan seorang menteri pendidikan nasional Indonesia di depan wartawan, bahwa perkosaan itu bisa jadi atas dasar suka sama suka. Pernyataan ini menanggapi kasus siswi SMP di Depok yang setelah mengalami perkosaan lalu di tolak kembali ke sekolahnya. Anak ini telah diperkosa, ditolak kembali masuk sekolah, lalu dihina oleh Mendiknas sebagai suka sama suka yang diakui sebagai perkosaan. Walaupun -suka-sama-suka- itu baru dugaan, tak pantas itu diucapkan seorang Mendiknas di depan masyarakat. Mendiknas telah menjadi representasi masyarakat patriarki yang memberi stigma hina pada perempuan yang dirugikan. Bagaimanakah rasa hati nurani nya bisa terlontar kata-kata seperti itu?
Apapun latar belakang terjadinya perkosaan, tak layak masyarakat menghina dan memberi stigma aib pada pihak perempuan. Perkataan seperti yang terlontar oleh Mendiknas, seperti dalam link di bawah ini, adalah ucapan khas lelaki yang sangat patriarkhi. Masyarakat patriarkhi cenderung menjadikan selera lelaki sebagai standard moral dengan mengatur perilaku perempuan tanpa mempedulikan perilaku lelaki yang juga amoral. Masyarakat patriarkhi cenderung menjadikan perempuan sebagai perusak moral. Untuk itu mereka mengatur cara berpakaian perempuan secara berlebihan. Dan yang lebih parah, masyarakat patriarki menggunakan agama untuk mengatur dan menindas perempuan agar sesuai dengan seleranya.
Dari bacaan link-link di bawah ini adakah kemiripan akar moral penyebabnya?
1) http://news.detik.com/read/2010/01/15/113634/1279122/10/wanita-aceh-diperkosa-bergantian-di-dalam-tahanan-oleh-polisi-syariat?utm-source=topshare
2) http://euro.harianjogja.com/read/euro/tiga-polisi-syariat-perkosa-wanita-di-tahanan-11970
3) http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/10/11/mbq8gr-m-nuh-kadangkadang-samasama-senang-ngakunya-diperkosa/a>a br />
4) http://kbr68h.com/berita/nasional/37578-satgas-pa-menteri-m-nuh-harus-minta-maaf-pada-anak-korban-perkosaan
5) http://kbr68h.com/berita/nasional/37583-menteri-m-nuh-menolak-minta-maaf-pada-anak-korban-perkosaan
6) http://kbr68h.com/berita/nasional/37601-anggota-dpr-kectaan-mendikbud-yang-remehkan-perkosaan erkosaan
Saturday, October 13, 2012
Sarapan Nasi Tim di RM Jangkar Cipanas
Kami mampir dulu sarapan di Rumah Makan Jangkar Cipanas. Di Rumah Makan ini kami suka dengan nasi tim nya. Kami selalu pesan nasi tim dengan isi paha ayam. Nasi Tim di sini menggunakan ayam kampung dan kaldu nya pun dari ayam kampung. Terasa sangat gurih dan harum.
Pagi tadi kami berangkat jam 6 pagi dan kami tiba di tempat sarapan ini jam 8. Perjalanan dua jam untuk jarak 60 km dari Bintaro ke Cipanas ini.ada sedikit macet tadi di Gadog Cisarua.
Rasa ayamnya khas. Tulangnya utuh keras tetapi dagingnya lunak kenyal lengket. Kuah terpisahnya rasa kaldu ayam kampung. Kita kasih sedikit merica bubuk agar lebih hot. Rasa jadi lebih segar karena ditambahi acar timun, wortel dan bawang.
Sambil makan kita memperhatikan ABG di depanku yang cerita tentang K-Pop dengan tergila-gilanya.
Pagi tadi kami berangkat jam 6 pagi dan kami tiba di tempat sarapan ini jam 8. Perjalanan dua jam untuk jarak 60 km dari Bintaro ke Cipanas ini.ada sedikit macet tadi di Gadog Cisarua.
Rasa ayamnya khas. Tulangnya utuh keras tetapi dagingnya lunak kenyal lengket. Kuah terpisahnya rasa kaldu ayam kampung. Kita kasih sedikit merica bubuk agar lebih hot. Rasa jadi lebih segar karena ditambahi acar timun, wortel dan bawang.
Sambil makan kita memperhatikan ABG di depanku yang cerita tentang K-Pop dengan tergila-gilanya.
Friday, October 12, 2012
Leader dares to be alone
The higher you go to the top, to more you feel being alone. That is a leader. A leader must dare to be alone. In a certain topics or matter you can have friends to discus with but you will come to a situation that you will not have friend to discuss with and you have to take a position or an action anyway. That is the challenge of a leader.
Monday, October 8, 2012
Kemana Presiden Kita? Banyak kasus Konflik nasional dibiarkan.
Itulah sekarang kepanjangan dari KPK ketika kini perseteruan KPK lawan Polri terulang lagi. Perseteruan karena kasus korupsi di Korlantas Polri yang digerebeg KPK yang menetapkan Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka dan berakhir dengan Polri menyerbu KPK untuk menangkap penyidik KPK yang berasal dari Polri, Novel Baswedan.
Berbagai macam kasus yang mengambang yang menunjukkan ketidak hadiran negara karena pertama Presiden tidak hadir. Mulai dari kasus GKIYasmin Bogor, Ahamdiyah Ciekusik, HKBP cikeuting dan Bekasi, Penyerangan Syiah di Sampang. Kini yang kedua kalinya Cicak vs Buaya atau KPK versus Polri. Dan kerika peristiwa itu terjadi, itu dibiarkan saja tanpa jelas apa sikap Presiden SBY. Sehingga rakyat bertanya Kemana Presiden Kita??
Berbagai macam kasus yang mengambang yang menunjukkan ketidak hadiran negara karena pertama Presiden tidak hadir. Mulai dari kasus GKIYasmin Bogor, Ahamdiyah Ciekusik, HKBP cikeuting dan Bekasi, Penyerangan Syiah di Sampang. Kini yang kedua kalinya Cicak vs Buaya atau KPK versus Polri. Dan kerika peristiwa itu terjadi, itu dibiarkan saja tanpa jelas apa sikap Presiden SBY. Sehingga rakyat bertanya Kemana Presiden Kita??
Sunday, October 7, 2012
Mengingat Peristiwa Rene Lous Conrad 6 Oktober 1970
Bagaimana peristiwa Rene Conrad terjadi? Latar belakang peristiwa sebenarnya kompleks, dan dibayang-bayangi perpecahan aliansi mahasiswa-ABRI, yang sudah dibangun sejak gerakan penjatuhan Soekarno pertengahan tahun 1966. Jadi begini ceritanya...
Sejak Soeharto menjadi Presiden di tahun 1968, aliansi Mahasiswa-ABRI sudah mulai retak, karena ketidaktegasan Soeharto dalam kasus G-30-S, dimana Soekarno dianggap terlibat. Kekecewaan mahasiswa mulai terlihat dalam soal status hukum Soekarno, ditambah dengan mulai adanya korupsi di Pertamina (dipimpin Mayjen Ibnu Sutowo) dan Bulog (dipimpin Mayjen Ahmad Tirtosudiro).
Kekecewaan soal dugaan korupsi ini tidak ditanggapi dengan serius oleh Soeharto, bahkan ditanggapi dengan kecaman terhadap orang2 yang menentang kebijakan tak tegasnya. Segera konflik ini berkembang menjadi konflik Mahasiswa pasca '66 dan Mahasiswa aktivis'66, ditandai dengan Soe Hok Gie dan kawan-kawan mengirimkan peralatan wanita kepada anggota DPR-GR wakil mahasiswa, pertanda bahwa mereka lebih baik berdandan cantik daripada menyampaikan aspirasi mahasiswa saja tidak becus. Ini terjadi sebulan sebelum Gie meninggal, 16 Desember 1969.
KAMI sebagai organ gerakan 66, dianggap tidak lagi aspiratif. Dipelopori DM ITB, UNPAD dan UNPAR, ramai-ramai organisasi mahasiswa meninggalkan KAMI, dan akhirnya KAMI bubar di awal tahun 1970. Kebijakan DM ITB yang disebut back to campus ini ditandai dengan penguatan gerakan yang berasal dari kampus, seperti mulai didirikannya Student Center, dll. Tapi konflik yang sebenarnya antara Mahasiswa-ABRI mulai terjadi. Awalnya sederhana sekali.
Beberapa Walikota dan Gubernur yang berasal dari ABRI menjalankan kebijakan 'ANTI RAMBUT GONDRONG', kebijakan yang sungguh lucu dan tidak masuk akal ini dijalankan dengan semena-mena. Semacam ada razia di jalanan kepada anak muda, pelajar dan mahasiswa. Bahkan di Bandung hal ini juga menimpa mahasiswa ITB yang berambut gondrong.
DM ITB segera bereaksi frontal dengan menginisiasi gerakan 'ANTI ORANG GENDUT', menyindir pemerintah yang kebanyakan perutnya gendut. Reaksi frontal ini berlanjut dengan bentroka-bentrokan kecil, terutama antara mahasiswa ITB, dengan taruna Akademi Kepolisian angkatan 1970 (akan lulus tahun 1970), yang diberi tugas untuk mencukur rambut gondrong. Kodam Siliwangi waktu itu baik2 saja dan cenderung tidak peduli aturan itu, karena memang tidak penting juga.
Karena konflik ini berkembang menjadi tidak penting, Ketua Umum DM ITB Syarif Tando, Rektor ITB Prof. Doddy Tisnaamidjaja, Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso, Gubernur Akpol Irjen Awaludin Djamin, dan Kepala Kepolisian Kota Bandung Kombes Tjutju Sumirat (adik Prof Doddy Tisna A), berinisiatif mengadakan pertandingan persahabatan, antara mahasiswa dan taruna Akpol, demi mengakhiri perseteruan ga penting ini.
Pertandingan diadakan tanggal 6 Oktober 1970, sehari setelah Hari ABRI dimana Presiden Soeharto meminta kepada ABRI agar tidak melukai hati rakyat. Karena dilatarbelakangi peristiwa 'ANTI RAMBUT GONDRONG', maka supporter mahasiswa ITB memberikan dukungan dengan yel-yel yang (sepertinya) cukup menyakitkan hati taruna Akpol 1970 ini. FYI, Taruna Akpol 1970 adalah angkatan pertama hasil integrasi AMN, AAL, AAU dan Akpol, menjadi AKABRI, jadi taruna akpol ini diberi pendidikan dasar militer selama setahun.
Panasnya isi yel-yel ini ditanggapi dengan sabetan-sabetan kopel rim oleh Taruna Akpol, dan akhirnya pertandingan yang dimenangkan mahasiswa ITB, 2-0 ini berakhir dengan tawuran antara mahasiswa dan taruna akpol. Tawuran diakhiri oleh kepolisian bandung, dan akhirnya taruna itu diangkut ke gerbang depan untuk istirahat sebentar, menurunkan emosi mereka.
Lewatlah sebuah motor Harley, dikendarai oleh dua mahasiswa angkatan 1970, yang satu namanya Rene Louis Conrad, anak Elektro, satu lagi namanya Ganti Brahmana, entah jurusan apa. Saat dia lewat truk taruna akpol, Rene yang tidak tahu-menahu soal tawuran ini diludahi dari atas truk oleh salah satu taruna. Karuan saja dia panas dan bertanya siapa yang meludahi dia, kalau berani ayo turun. Eh, yang turun semua taruna, dan semuanya mengeroyok Rene. Ganti Brahmana yang lari tidak dikejar, karena sepertinya Rene yang menjadi sasaran pengeroyokan.
Menurut Ganti Brahmana dalam sidang kasus ini, Rene diperlakukan seperti bola, dilempar kesana kemari oleh para taruna. Yang benar-benar terlibat saat itu adalah beberapa taruna seperti Nugroho Djajusman (Kapolda Metro Jaya saat kerusuhan Mei 1998), S. Bimantoro, Rusdihardjo (keduanya pernah menjadi Kapolri), Hamami Nata (kapolda Metro Jaya saat kerusuhan 27 Juli 1996), dan Bahar Muluk (dikeluarkan dari Polri karena menewaskan seorang tahanan bernama Martawibawa saat interogasi). Rene dikeroyok sampai terperosok di got depan asrama Gedung F, sekarang menjadi Plasa Telkom di depan Gerbang Depan ITB. Saat terperosok itulah, Rene ditembak dari atas, peluru menembus bahu dan bersarang didadanya.
Para taruna itu karuan langsung panik dan segera membawa Rene pergi entah kemana. Siang itu menjadi hari yang kacau di ITB. Ganti Brahmana bersama teman-teman ITB mencari Rene ke RS Borromeus, rumah sakit lainnya, sampai ke kantor-kantor polisi, dimana hari itu balik mahasiswa menginterogasi polisi.
Kombes Tjutju Sumirat dan Prof. Doddy juga ikut mencarikan, sampai akhirnya mereka semua menemukan Rene yang sudah meninggal di sebuah kamar di Poltabes Bandung di jalan Merdeka. Jasad Rene berada dalam kondisi menyedihkan, dan hampir saja kantor itu dirusak oleh mahasiswa ITB. Seluruh rangkain peristiwa ini terjadi pada tanggal 6 Oktober 1970.
Pada tanggal 7 Oktober 1970, mahasiswa dan pelajar Bandung mengadakan aksi besar-besaran mengecam pembunuhan Rene Conrad, sekaligus menunjukkan solidaritas mereka kepada mahasiswa ITB. Aksi demontrasi ini diikuti sampai 50.000 massa aksi. Hari itu juga seluruh aparat polisi dan militer dikenakan konsinyering berat (tidak boleh keluar barak).
Pada tanggal 9 Oktober 1970, diadakan apel suci di kampus ITB, untuk melepas jasad Rene Conrad kepada keluarganya untuk dimakamkan di Jakarta. Ibu Rene sangat marah kepada Gubernur Akpol Irjen Awaludin Djamin, bisa dilihat foto kemarahan sang Ibu di www.gerakanmahasiswa78.blogspot.com, ya namanya juga kehilangan anak, akibat dikeroyok. Tapi pernyataan pejabat tinggi negara seperti Panglima Kopkamtib Jenderal Soemitro dan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso cenderung membela para taruna. Kata-kata seperti, kalau mahasiswa tidak emosional tentu peristiwa ini tidak perlu terjadi, keluar dalam pernyataan Jenderal Soemitro.
Pada tanggal 10 Oktober 1970, Ketua Umum DM ITB Syarif Tando mengadakan long march Bandung-Sukabumi untuk mengadakan demonstrasi di depan Akademi Kepolisian di Sukabumi. Long march ini diikuti mahasiswa dan pelajar Bandung. Saat itu keluar pelesetan AKABRI, Akademi Kepolisian Alat Bunuh Rakyat Indonesia. Peristiwa Rene Conrad berkembang menjadi ketidakpuasan kaum muda atas tindak-tanduk militer seperti karcis kereta dan angkutan yang sering tidak dibayar, truk militer sering dipakai untuk mengangkut sayur dan buah-buahan dari Lembang, dan tindak-tanduk semena-mena militer yang menyakiti rakyat di berbagai daerah juga diangkat.
Penyidikan yang dilakukan oleh polisi, malah mengarahkan tuduhan pada seorang bintara Brimob, bernama Sersan Mayor Djani Maman Surjaman, yang berdiri di pertigaan Taman Sari-Ganesha, depan Kebon Binatang. Sersan Djani yang tidak tahu-menahu soal peristiwa ini diadili. DM ITB yang mengetahui peristiwa ini melalui Adnan Buyung Nasution, pengacara Sersan Djani, menunjukkan solidaritas mereka dengan mengadakan aksi 'DOMPET UNTUK SERSAN DJANI'. Bantuan ini berlanjut kepada DM ITB kepengurusan Tri Herwanto (1971-1972), sampai kepengurusan Sjahrul (1972-1973). Bagaimanakah nasib para taruna yang sebenarnya melakukan pengeroyokan itu, tidak jelas sampai sekarang, apalagi Nugroho Djajusman adalah anak seorang jenderal polisi.
Peristiwa Rene Conrad meninggalkan luka mendalam di kalangan mahasiswa ITB khususnya, dan mahasisa Indonesia pada umumnya. DM ITB menamakan Gerbang Depan ITB itu sebagai Gerbang Rene Louis Conrad, dan setiap tanggal 6 Oktober diadakan peringatan Peristiwa Rene Conrad, sebagai peringatan konflik ini. Peringatan ini terus diperingati sebagai pemanasan menuju gerakan mahasiswa 1974 yang berakhir dengan Malapetaka 15 Januari (Malari), Gerakan Anti Kebodohan 1977, dan Gerakan Mahasiswa 1978 (Buku Putih Perjuangan Mahasiswa) yang berakhir dengan diserbunya kampus ITB, dua kali, dan kampus disterillkan dari mahasiswa.
Konflik antara negara dan rakyat, yang ditandai dengan konflik mahasiswa-militer ini, menjadi awal sentimen antara mahasiswa dengan alat-alat negara lainnya. Menjadikan kita semua lupa, bahwa mahasiswa dan militer pernah bekerja sama melawan Belanda, merebut Irian Barat, dan mengusung Orde Baru. Dan saya kira, luka-luka akibat peristiwa Rene Conrad, Malari, 1978, 1989, 1998, Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, belum pulih sampai sekarang.
Apakah generasi muda hari ini tidak mau belajar dari sejarah? Kalau mau belajar, apa yang harus diambil dari peristiwa ini? Saya kira kita dapat menjawabnya sendiri.
Merdeka!!!
Sumber:
- Francois Raillon. 1984. Politik dan Ideologi Mahasiswa Indonesia 1966-1974, Jakarta: LP3ES
- Rum Aly. 2004. Menyilang Jalan Kekuasaan Militer Otoriter. Jakarta: KPG
- Rum Aly. 2006. Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966. Jakarta: Kata Hasta
(diambil dari notes Hanief Adrian (PL '03))
Sejak Soeharto menjadi Presiden di tahun 1968, aliansi Mahasiswa-ABRI sudah mulai retak, karena ketidaktegasan Soeharto dalam kasus G-30-S, dimana Soekarno dianggap terlibat. Kekecewaan mahasiswa mulai terlihat dalam soal status hukum Soekarno, ditambah dengan mulai adanya korupsi di Pertamina (dipimpin Mayjen Ibnu Sutowo) dan Bulog (dipimpin Mayjen Ahmad Tirtosudiro).
Kekecewaan soal dugaan korupsi ini tidak ditanggapi dengan serius oleh Soeharto, bahkan ditanggapi dengan kecaman terhadap orang2 yang menentang kebijakan tak tegasnya. Segera konflik ini berkembang menjadi konflik Mahasiswa pasca '66 dan Mahasiswa aktivis'66, ditandai dengan Soe Hok Gie dan kawan-kawan mengirimkan peralatan wanita kepada anggota DPR-GR wakil mahasiswa, pertanda bahwa mereka lebih baik berdandan cantik daripada menyampaikan aspirasi mahasiswa saja tidak becus. Ini terjadi sebulan sebelum Gie meninggal, 16 Desember 1969.
KAMI sebagai organ gerakan 66, dianggap tidak lagi aspiratif. Dipelopori DM ITB, UNPAD dan UNPAR, ramai-ramai organisasi mahasiswa meninggalkan KAMI, dan akhirnya KAMI bubar di awal tahun 1970. Kebijakan DM ITB yang disebut back to campus ini ditandai dengan penguatan gerakan yang berasal dari kampus, seperti mulai didirikannya Student Center, dll. Tapi konflik yang sebenarnya antara Mahasiswa-ABRI mulai terjadi. Awalnya sederhana sekali.
Beberapa Walikota dan Gubernur yang berasal dari ABRI menjalankan kebijakan 'ANTI RAMBUT GONDRONG', kebijakan yang sungguh lucu dan tidak masuk akal ini dijalankan dengan semena-mena. Semacam ada razia di jalanan kepada anak muda, pelajar dan mahasiswa. Bahkan di Bandung hal ini juga menimpa mahasiswa ITB yang berambut gondrong.
DM ITB segera bereaksi frontal dengan menginisiasi gerakan 'ANTI ORANG GENDUT', menyindir pemerintah yang kebanyakan perutnya gendut. Reaksi frontal ini berlanjut dengan bentroka-bentrokan kecil, terutama antara mahasiswa ITB, dengan taruna Akademi Kepolisian angkatan 1970 (akan lulus tahun 1970), yang diberi tugas untuk mencukur rambut gondrong. Kodam Siliwangi waktu itu baik2 saja dan cenderung tidak peduli aturan itu, karena memang tidak penting juga.
Karena konflik ini berkembang menjadi tidak penting, Ketua Umum DM ITB Syarif Tando, Rektor ITB Prof. Doddy Tisnaamidjaja, Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso, Gubernur Akpol Irjen Awaludin Djamin, dan Kepala Kepolisian Kota Bandung Kombes Tjutju Sumirat (adik Prof Doddy Tisna A), berinisiatif mengadakan pertandingan persahabatan, antara mahasiswa dan taruna Akpol, demi mengakhiri perseteruan ga penting ini.
Pertandingan diadakan tanggal 6 Oktober 1970, sehari setelah Hari ABRI dimana Presiden Soeharto meminta kepada ABRI agar tidak melukai hati rakyat. Karena dilatarbelakangi peristiwa 'ANTI RAMBUT GONDRONG', maka supporter mahasiswa ITB memberikan dukungan dengan yel-yel yang (sepertinya) cukup menyakitkan hati taruna Akpol 1970 ini. FYI, Taruna Akpol 1970 adalah angkatan pertama hasil integrasi AMN, AAL, AAU dan Akpol, menjadi AKABRI, jadi taruna akpol ini diberi pendidikan dasar militer selama setahun.
Panasnya isi yel-yel ini ditanggapi dengan sabetan-sabetan kopel rim oleh Taruna Akpol, dan akhirnya pertandingan yang dimenangkan mahasiswa ITB, 2-0 ini berakhir dengan tawuran antara mahasiswa dan taruna akpol. Tawuran diakhiri oleh kepolisian bandung, dan akhirnya taruna itu diangkut ke gerbang depan untuk istirahat sebentar, menurunkan emosi mereka.
Lewatlah sebuah motor Harley, dikendarai oleh dua mahasiswa angkatan 1970, yang satu namanya Rene Louis Conrad, anak Elektro, satu lagi namanya Ganti Brahmana, entah jurusan apa. Saat dia lewat truk taruna akpol, Rene yang tidak tahu-menahu soal tawuran ini diludahi dari atas truk oleh salah satu taruna. Karuan saja dia panas dan bertanya siapa yang meludahi dia, kalau berani ayo turun. Eh, yang turun semua taruna, dan semuanya mengeroyok Rene. Ganti Brahmana yang lari tidak dikejar, karena sepertinya Rene yang menjadi sasaran pengeroyokan.
Menurut Ganti Brahmana dalam sidang kasus ini, Rene diperlakukan seperti bola, dilempar kesana kemari oleh para taruna. Yang benar-benar terlibat saat itu adalah beberapa taruna seperti Nugroho Djajusman (Kapolda Metro Jaya saat kerusuhan Mei 1998), S. Bimantoro, Rusdihardjo (keduanya pernah menjadi Kapolri), Hamami Nata (kapolda Metro Jaya saat kerusuhan 27 Juli 1996), dan Bahar Muluk (dikeluarkan dari Polri karena menewaskan seorang tahanan bernama Martawibawa saat interogasi). Rene dikeroyok sampai terperosok di got depan asrama Gedung F, sekarang menjadi Plasa Telkom di depan Gerbang Depan ITB. Saat terperosok itulah, Rene ditembak dari atas, peluru menembus bahu dan bersarang didadanya.
Para taruna itu karuan langsung panik dan segera membawa Rene pergi entah kemana. Siang itu menjadi hari yang kacau di ITB. Ganti Brahmana bersama teman-teman ITB mencari Rene ke RS Borromeus, rumah sakit lainnya, sampai ke kantor-kantor polisi, dimana hari itu balik mahasiswa menginterogasi polisi.
Kombes Tjutju Sumirat dan Prof. Doddy juga ikut mencarikan, sampai akhirnya mereka semua menemukan Rene yang sudah meninggal di sebuah kamar di Poltabes Bandung di jalan Merdeka. Jasad Rene berada dalam kondisi menyedihkan, dan hampir saja kantor itu dirusak oleh mahasiswa ITB. Seluruh rangkain peristiwa ini terjadi pada tanggal 6 Oktober 1970.
Pada tanggal 7 Oktober 1970, mahasiswa dan pelajar Bandung mengadakan aksi besar-besaran mengecam pembunuhan Rene Conrad, sekaligus menunjukkan solidaritas mereka kepada mahasiswa ITB. Aksi demontrasi ini diikuti sampai 50.000 massa aksi. Hari itu juga seluruh aparat polisi dan militer dikenakan konsinyering berat (tidak boleh keluar barak).
Pada tanggal 9 Oktober 1970, diadakan apel suci di kampus ITB, untuk melepas jasad Rene Conrad kepada keluarganya untuk dimakamkan di Jakarta. Ibu Rene sangat marah kepada Gubernur Akpol Irjen Awaludin Djamin, bisa dilihat foto kemarahan sang Ibu di www.gerakanmahasiswa78.blogspot.com, ya namanya juga kehilangan anak, akibat dikeroyok. Tapi pernyataan pejabat tinggi negara seperti Panglima Kopkamtib Jenderal Soemitro dan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso cenderung membela para taruna. Kata-kata seperti, kalau mahasiswa tidak emosional tentu peristiwa ini tidak perlu terjadi, keluar dalam pernyataan Jenderal Soemitro.
Pada tanggal 10 Oktober 1970, Ketua Umum DM ITB Syarif Tando mengadakan long march Bandung-Sukabumi untuk mengadakan demonstrasi di depan Akademi Kepolisian di Sukabumi. Long march ini diikuti mahasiswa dan pelajar Bandung. Saat itu keluar pelesetan AKABRI, Akademi Kepolisian Alat Bunuh Rakyat Indonesia. Peristiwa Rene Conrad berkembang menjadi ketidakpuasan kaum muda atas tindak-tanduk militer seperti karcis kereta dan angkutan yang sering tidak dibayar, truk militer sering dipakai untuk mengangkut sayur dan buah-buahan dari Lembang, dan tindak-tanduk semena-mena militer yang menyakiti rakyat di berbagai daerah juga diangkat.
Penyidikan yang dilakukan oleh polisi, malah mengarahkan tuduhan pada seorang bintara Brimob, bernama Sersan Mayor Djani Maman Surjaman, yang berdiri di pertigaan Taman Sari-Ganesha, depan Kebon Binatang. Sersan Djani yang tidak tahu-menahu soal peristiwa ini diadili. DM ITB yang mengetahui peristiwa ini melalui Adnan Buyung Nasution, pengacara Sersan Djani, menunjukkan solidaritas mereka dengan mengadakan aksi 'DOMPET UNTUK SERSAN DJANI'. Bantuan ini berlanjut kepada DM ITB kepengurusan Tri Herwanto (1971-1972), sampai kepengurusan Sjahrul (1972-1973). Bagaimanakah nasib para taruna yang sebenarnya melakukan pengeroyokan itu, tidak jelas sampai sekarang, apalagi Nugroho Djajusman adalah anak seorang jenderal polisi.
Peristiwa Rene Conrad meninggalkan luka mendalam di kalangan mahasiswa ITB khususnya, dan mahasisa Indonesia pada umumnya. DM ITB menamakan Gerbang Depan ITB itu sebagai Gerbang Rene Louis Conrad, dan setiap tanggal 6 Oktober diadakan peringatan Peristiwa Rene Conrad, sebagai peringatan konflik ini. Peringatan ini terus diperingati sebagai pemanasan menuju gerakan mahasiswa 1974 yang berakhir dengan Malapetaka 15 Januari (Malari), Gerakan Anti Kebodohan 1977, dan Gerakan Mahasiswa 1978 (Buku Putih Perjuangan Mahasiswa) yang berakhir dengan diserbunya kampus ITB, dua kali, dan kampus disterillkan dari mahasiswa.
Konflik antara negara dan rakyat, yang ditandai dengan konflik mahasiswa-militer ini, menjadi awal sentimen antara mahasiswa dengan alat-alat negara lainnya. Menjadikan kita semua lupa, bahwa mahasiswa dan militer pernah bekerja sama melawan Belanda, merebut Irian Barat, dan mengusung Orde Baru. Dan saya kira, luka-luka akibat peristiwa Rene Conrad, Malari, 1978, 1989, 1998, Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, belum pulih sampai sekarang.
Apakah generasi muda hari ini tidak mau belajar dari sejarah? Kalau mau belajar, apa yang harus diambil dari peristiwa ini? Saya kira kita dapat menjawabnya sendiri.
Merdeka!!!
Sumber:
- Francois Raillon. 1984. Politik dan Ideologi Mahasiswa Indonesia 1966-1974, Jakarta: LP3ES
- Rum Aly. 2004. Menyilang Jalan Kekuasaan Militer Otoriter. Jakarta: KPG
- Rum Aly. 2006. Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966. Jakarta: Kata Hasta
(diambil dari notes Hanief Adrian (PL '03))
Friday, October 5, 2012
Grabbed and Paid a book about Noam Chomsky
While I was waiting my flight to go back to Jakarta in Adi Sucipto airport Jogyakarta, I got a chance to look around the Periplus bookstore. I was on the way back to Jakart after we finished a geological field trip in Kulonprogo, Bayat and Pacita. I saw the book of Noam Chomsky with a the title -How the World Works-. I know the name of Noam Chomsky from a friend of mine about two years ago. We were in journey to the field. During the travel. He sat next to me in the car. He told me about his experience taking a course in united states. And he felt quite lucky that he got a chance to attend the class of Noam Chomsky. He said Noam Chomsky was extraordinary!
Now I started reading it in Elite Club while I was waiting for my daughter to pick me up. After reading several pages and topics, I found this book is about the politics of United States. The English is simple yet still not straight forward to understand. I read this book by the swimming pool at Elite club. When I came to the Elite club the afternoo was so bright and sunny, but now the sky is getting dark. My daughter is still in Jagorawi toll road on the way to may place. My wife was in the car, sent me a message that in Jagorawi toll road was heavy rain. My driver could not drive my car car fast. Hmm...the rainy season has come in Jakarta. The newly elected Governor of Jakarta was about to be installed in the next several days. Mr Jokowi and Mr. Basuki. They come and be inaugurated in the bad season..the rainy season.
Back to the book about Noam Chomsky, that title How the World Works. I have read three topics of the book: Protecting our Turf, The Liberal Extrem and The Gramd Area..it kind of intriquing....
He is too good to talk about spiritualism
Here he comes again. This guy is very eloquent talking about spiritualism. Especially about past loge of a human. Eventhough he is not a budhism. He almost know anything about spiritualism. But how come he could not consistently practice it it? Even he is not sure if he has done his spiritualism practice.
Tuesday, October 2, 2012
The First day of our Field Trip Kulon Progo – Bayat – Pacitan
Today is the first day of our geological field trip for our young geologist and geophysicist they would visit 6 stops of geological outcrop on the way from Jogyakarta to Kulonprogo and Bayat. They will come back to Jogyakarta for overnight.
Back to basico and back to the rock is our reason to hold this geological field trip. The petroleum geoscientist need to calibrate their seismic and log interpretation of the subsurface geology with looking, touching, measuring and describing the actual rocks on the geological outcrop.
This field trip was paricipated by 22 young geologist and geophysicist of our company. Most of them are fresh graduate. This is a part of the way we develop profesionalisme of petroleum geoscientist. Two of them had a background of information technology who works together with our geoscientist in supporting the use of technology and data management. We bring them to this field trip in order they can understand the way a geologist and geophysicist works and thinking ini analyzing subsurface data for petroleum exploration.
We also bring our colleague who has a background in Geodetic engineering and GIS or geographyc information system. We need geodetic engineer in our exploration to help us in reconstructing field geograhyc location of proposed well location. To harmonize and standardized the datum coordinate system to avoid mis-location in drilling.
The rest of them are geologist, geophysicist, petrophysicist and operation geologist.
We worked together with Center for Energy Study of University of Gajah Mada Jogyakarta.
The field trip leader of this program is Professor Budianto Toha.

The picture above showed Professor Buidianto Toha surrounded by our geologist, was explaining one outcrop in the first stop.

The picture above Prof Budianto Toha pointing a mouth bar outcrop in the Watupuru village. He was explaining about sequence stratigraphy.
The plan of our Field Trip Kulon Progo – Bayat – Pacitan is as follows :
1-4 October 2012 (4H5M)
H-1 Monday Arrive at Jogja, overnight at Jayakarta Hotel, evening session : General information on field trip stops, outcrops and geology
H-2 Tuesday Jogja – Kulon Progo – Bayat, overnight at Jogjakarta à Rift Basin Petroleum System, Basement Geology, Sequence Stratigraphy Application (6 stops)
H-3 Wednesday Jogja – Wonogiri – Pacitan, overnight at Pacitan à Carbonate Geology (6 stops)
H-4 Thursday Pacitan – Jogja, overnight at Jogja à Intra Volcanic Petroleum System, Sequence Stratigraphy Application (6 stops)
H-5 Friday Check out Jogja, free program
Saturday, September 29, 2012
Final Briefing for the Kulonprogo-Pacitan Geological Field Trip
That Friday afternoon, yesterday I meant ( 28 September 2012 ) one of my leader held a final briefing for the Kulonprogo-Pacitan geological field trip. We have planned for long time before this year to hold geological field trip for our young geoscientist. We started the program with a class room program on sequene stratigraphy than continued with the field trip to the gelogical outcrop. The class room program has been held several month ago. It has to be followed by field trip right away, but it did not happen. It because of lower priority project compare to the other.
We worked together with the Faculty of Geology of university of Gajah Mada, Center for Energy Study. To the participant young geoscientist I said, that we select Prof Budianto Toha from University of Gajah Mada, since we know Prof Budianto Toha has a lot of reserach experience in the university and industry. So he knows the theoritical and practical experience ini petroleum geology. We expect to gain the strong relation between theoritical geology, field rock outcrops, the seismic interpretation then integrated reservoir modeling.
We worked together with the Faculty of Geology of university of Gajah Mada, Center for Energy Study. To the participant young geoscientist I said, that we select Prof Budianto Toha from University of Gajah Mada, since we know Prof Budianto Toha has a lot of reserach experience in the university and industry. So he knows the theoritical and practical experience ini petroleum geology. We expect to gain the strong relation between theoritical geology, field rock outcrops, the seismic interpretation then integrated reservoir modeling.
Tuesday, September 25, 2012
Do you have an idea to share?
That is the question that arrive to my mind. I want to share something in writing, but I do not know what can I write and what can I share?
OK, I got a photograph below, this a picture of a Betawi custom display. This is called Marawis. It is a tambourine music praising Allah or God in Islamic religion.
OK, I got a photograph below, this a picture of a Betawi custom display. This is called Marawis. It is a tambourine music praising Allah or God in Islamic religion.
Jam Enam Pagi Sudah di Hotel Mulia
Jam enam pagi begini aku sudah di Hotel Mulia. Ceritanya ada rapat Komite Teknis dan Komite Operasi untuk para pemegang partispasi konsesi di Laut Jawa Utara. Mereka namakan ini Rapat Tahunan Musim Gugur 2012. Kadang lucu jika nama rapat ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Ya, itulah dari dulunya mereka biasa menyebut Fall Meeting. Yang lainnya Spring Meeting. Itu yang diadakan di bulan April. Ini mewarisi cara operator lama menamai rapat para joint venture yang 2 kali setahun. Sekarang konsesi ini di tangani oleh Perusahaan migas nasional milik Pemerintah.
Rapatnya mulai jam 8 pagi hingga sore. Aku sudah lohat agenda dan materi rapatnya. Banyak sekali macam yang akan dibahas. Setiap topik akan mengambil waktu yang sangat singkat. Hanya pandangan selintas saja. Tentunya dari sini akan diikuti lagi dengan rapat kerja untuk topik-toipk khusus.
- Posted using BlogPress from my iPad
Rapatnya mulai jam 8 pagi hingga sore. Aku sudah lohat agenda dan materi rapatnya. Banyak sekali macam yang akan dibahas. Setiap topik akan mengambil waktu yang sangat singkat. Hanya pandangan selintas saja. Tentunya dari sini akan diikuti lagi dengan rapat kerja untuk topik-toipk khusus.
- Posted using BlogPress from my iPad
Monday, September 24, 2012
Selama Aku Berada Di Sini Aku Bertekad Menang
Perusahaan ini memang sedang susah. Keuangannya susah. Etos kerja karyawan sangat bervariasi. Citra ke dalam dan keluar buruk. Karyawan lebih sering menghina Perusahaan daripada membanggakannya. Begitu banyak karyawan yang oportunis. Begitu banyak yang parasit.
Namun selama aku berada di sini, aku bertekad menang. Bukan gajiku yang membuat aku bertekad untuk menang, tetapi memang sejatinya diriku yang menginginkan menang. Selama badanku masih kuat aku bekerja. Selama badanku kuat aku tetap punya visi. Aku akan selalu menetapkan tujuan. Karena aku haus akan milestone dan achievement.
Aku ingin punya gaji banyak, lebih banyak dari sekarang. Tetapi sayangnya aku selalu tenggelam pada tujuan-tujuan kecil dan besar yang selalu aku tetapkan untuk kucapai. Aku selalu tenggelam oleh rasa tertantang setiap hari. Aku merasa seperti sulur-sulur sirih yang selalu berkelindan dengan hambatan-hambatan tetapi merambat naik. Aku selalu mencari apapun untuk bisa merasa selangkah lebih maju setiap harinya. Dan...naifnya kadang aku lupa apakah aku sudah digaji dengan layak. Tetapi aku masih menikmati keadaanku yang tidak kelaparan dan masih bisa mencukupi kebutuhan keluargaku.
Banyak orang mengira aku begini karena gajiku lebih besar dari mereka. Mungkin itu benar. Tetapi aku merasa bahwa aku bekerja keras karena aku tak mau dikatakan pecundang. Walaupun nyatanya aku kalah. Kalah karena tak mampu bersaing secara simetri. Aku mulai belajar apa itu strategi asimetri. Karena aku sulur sirih yang merambat di dinding berbatu-batu tajam.
- Posted using BlogPress from my iPad
Namun selama aku berada di sini, aku bertekad menang. Bukan gajiku yang membuat aku bertekad untuk menang, tetapi memang sejatinya diriku yang menginginkan menang. Selama badanku masih kuat aku bekerja. Selama badanku kuat aku tetap punya visi. Aku akan selalu menetapkan tujuan. Karena aku haus akan milestone dan achievement.
Aku ingin punya gaji banyak, lebih banyak dari sekarang. Tetapi sayangnya aku selalu tenggelam pada tujuan-tujuan kecil dan besar yang selalu aku tetapkan untuk kucapai. Aku selalu tenggelam oleh rasa tertantang setiap hari. Aku merasa seperti sulur-sulur sirih yang selalu berkelindan dengan hambatan-hambatan tetapi merambat naik. Aku selalu mencari apapun untuk bisa merasa selangkah lebih maju setiap harinya. Dan...naifnya kadang aku lupa apakah aku sudah digaji dengan layak. Tetapi aku masih menikmati keadaanku yang tidak kelaparan dan masih bisa mencukupi kebutuhan keluargaku.
Banyak orang mengira aku begini karena gajiku lebih besar dari mereka. Mungkin itu benar. Tetapi aku merasa bahwa aku bekerja keras karena aku tak mau dikatakan pecundang. Walaupun nyatanya aku kalah. Kalah karena tak mampu bersaing secara simetri. Aku mulai belajar apa itu strategi asimetri. Karena aku sulur sirih yang merambat di dinding berbatu-batu tajam.
- Posted using BlogPress from my iPad
Sunday, September 23, 2012
Catatan Tentang Sufi
Sufi adalah....
Bagi mereka, ibadah dan segala macam ritual bukanlah mencari pahala atau ganjaran, tetapi semata-mata dilakukan hanya karena memenuhi kehendak Allah....hal 37..
Puncak kebebasan sufistik justru baru bisa dicapai ketika seseorang mengambil jarak dan tidak tergantung terhadap apa yang ia miliki dan terhadap apa yang ia cintai yang dengan itu ia gampang memberi apa yang ia miliki dan cintai kepada orang lain yang lebih memerlukan...hal 38..
- Posted using BlogPress from my iPad
Bagi mereka, ibadah dan segala macam ritual bukanlah mencari pahala atau ganjaran, tetapi semata-mata dilakukan hanya karena memenuhi kehendak Allah....hal 37..
Puncak kebebasan sufistik justru baru bisa dicapai ketika seseorang mengambil jarak dan tidak tergantung terhadap apa yang ia miliki dan terhadap apa yang ia cintai yang dengan itu ia gampang memberi apa yang ia miliki dan cintai kepada orang lain yang lebih memerlukan...hal 38..
- Posted using BlogPress from my iPad
Panino Cafe di Jalan RC Veteran Bintaro, Jakarta Selatan
Kami meluncur lewat jalan tol Serpong-Jakarta dan turun di jalan RC Veteran Bintaro. Dari pintu tol Tanah Kusir ini kami ke kanan dan kami dapati Panino cafe yang lebih cozy di tepi jalan raya RC Veteran ini. Ruang ber AC cukup luas di bawah dan atas. Suasana nya lebih nyaman. Wifi cukup kencang. Ada sofa dan televisi multichannnel.
Mengapa kami sampai di sini? Dibawah ini lah ceritanya.
Kami putar-putar di sekitar Bintaro mencari kedai kopi yang tidak di dalam mall. Karena kami sudah bosan masuk mall dan bosan cari parkir. Kami dapati Bakoel Coffee di Bintaro dekat Lotte Mart. Kami pikir ini tempat kopi yang menarik karena di pinggir jalan dan tak perlu masuk mall. Ternyata Bakoel Cofee di Bintaro ini tidak ramah pada penikmat kopi yang tidak merokok. Dia menyediakan no smoking room yang berisi 3 meja. Tentu saja selalu penuh. Sisa nya harus di luar bersama para perokok. Untuk para perokok memang luas tempatnya. Tapi ini memang untuk penikmat kopi beda mashab dengan kami. Terpaksa kami meninggalkan tempat ini.
- Posted using BlogPress from my iPad
Mengapa kami sampai di sini? Dibawah ini lah ceritanya.
Kami putar-putar di sekitar Bintaro mencari kedai kopi yang tidak di dalam mall. Karena kami sudah bosan masuk mall dan bosan cari parkir. Kami dapati Bakoel Coffee di Bintaro dekat Lotte Mart. Kami pikir ini tempat kopi yang menarik karena di pinggir jalan dan tak perlu masuk mall. Ternyata Bakoel Cofee di Bintaro ini tidak ramah pada penikmat kopi yang tidak merokok. Dia menyediakan no smoking room yang berisi 3 meja. Tentu saja selalu penuh. Sisa nya harus di luar bersama para perokok. Untuk para perokok memang luas tempatnya. Tapi ini memang untuk penikmat kopi beda mashab dengan kami. Terpaksa kami meninggalkan tempat ini.
- Posted using BlogPress from my iPad
Monday, September 17, 2012
Why Geoscientist in Our Company Learns So Fast? #GGRP
When I finished the clarification meeting with our partner on the SP-1, my colleague talked and reminded me. You got to be careful bringing your good technical people to this partner meeting. The partner were watching your people who showed a good talks. They might hijack your good people. Then, suddenly I realized this.
This company, that is now become our partner, had hijacked many of our petroleum geoscientist. This year in 2012, they hijacked 3 of our best people. One geologist with 6 years experience, one geophysicist with 5 years experience and one geologist with 3 years experience. This company has very busy project in the coming years. There for they are so aggressive in hiring seasoned geoscientist.
Back to the title of this posting, back to our company. Our company is a national oil company. It is a growing company with second largest P50 reserves in Indonesia. We work hard to monetize our reserves to become production and revenue. But monetizing means we have to drill a lot of our prospects. It needs a lot of well proposal. Then it needs a lot of geoscience studies. It need a lot of #GGRP ( Geologist, Geophysicist, Resevoir and Production Engineer ).
Saturday, September 15, 2012
Lega...Tak Jadi ke Singapore
Rapat klarifikasi sumur SP-1 sudah selesai, aku ke toilet, lalu bergegas menuju lift di gedung F kompleks Arkadia dan turun ke lobi. Jam masih menunjukkan pukul 10.30. Rapat selesai lebih awal dari yang aku perkirakan. Tadinya kuperkirakan rapat akan lebih lama, karena aku akan minta sesi khusus untuk membahas pemboran KLU-1 yang sedang berlangsung. Tetapi aku sempat mendesakkan topik itu diakhir rapat klarifikasi SP-1 dan operator tak bisa mengelak untuk menunjukkan log dari LWD dari sumur yang sedang di bor ini. Dengan demikian rapat bisa selesai lebih cepat.
Aku sudah berencana untuk bersama isteriku menjemput anak-anak yang sedang kurang sehat di tempat kos mereka di Bogor dan Depok.maku segera telepon isteriku bahwa aku sudah selesai rapat. Isteriku terkejut karena harus segera menjemputku di Arkadia.
Sambil menunggu jemputan datang aku memeriksa Blackberry ku apakah ada email penting dari kantor. Kulihat ada email dari Dirut yang jawabannya di tembuskan padaku. Jadi aku tahu bahwa aku dapat tugas harus mewakili perusahaan menghadapi calon investor yang mau due dilligent project Arun di Singapore. Pak Dirut meminta senior technical staff geoscience dan engineering untuk menghadiri due dilligence itu, minggu depan.
Aku lalu telepon pada Pak Dirto yang menembuskan email itu padaku untuk konfirmasi tugas ini. Pak Dirops menjawab bahwa itu tidak jadi.Karena Pak Dirpu yang menangani project ini menyatakan pada Pak Dirut bahwa aku tak perlu ikut. Lalu Pak Dirto bilang email Pak Dirpu akan di forward padaku.
Aku terima email Pak Dirto, lalu aku baca seksama. Hmmm...cerdik dan halus sekali email ini dibuat untuk mendiskreditkan aku. Sebenarnya aku sangat senang tidak jadi ke Singapore untuk mengerjakan tugas ini. Karena aku merasa sudah banyak pekerjaan dan aku ogah kerja sama bapak yang satu ini sejak proyek Siprus beberapa bulan yang lalu.
Lalu aku kirim pesan BBM pada pak Dirto yang sudah forwardkan email itu padaku. Aku katakan bahwa aku tidak masalah tidak jadi pergi ke Singapore karena aku sedang sangat sibuk minggu depan ini. Hanya kukatakan mengapa email rada minor tentang aku. Ditulisnya aku tidak mengerti dan tidak membantu secara fisik di data room dan web data room. Padahal aku , ketika itu, di hari sabtu aku bawa dua geoscientist datang melakukan data room dan laporannya sudah diberikan pada manager bawahannya. Juga manager bawahanku ikut bantu tim nya dan terlibat di beberapa rapat dengan tim PU.
Pak Dirto mengatakan, ya begitulah faktanya dia. Kamu harus hati-hati saja karena dia selalu finger pointing pada banyak orang. Tetapi dari email ini khan kamu bisa lihat Pak Dirut sudah gak masalah dengan kamu, tambah Pak Dirto menafsirkan makna lain dari email ini. Ini adalah kali kedua dia membuat surat bernuansa mendiskreditkan ku setelah email pembatalanku untuk berangkat ke Nigeria beberapa bulan yang lalu.
- Posted using BlogPress from my iPad
Aku sudah berencana untuk bersama isteriku menjemput anak-anak yang sedang kurang sehat di tempat kos mereka di Bogor dan Depok.maku segera telepon isteriku bahwa aku sudah selesai rapat. Isteriku terkejut karena harus segera menjemputku di Arkadia.
Sambil menunggu jemputan datang aku memeriksa Blackberry ku apakah ada email penting dari kantor. Kulihat ada email dari Dirut yang jawabannya di tembuskan padaku. Jadi aku tahu bahwa aku dapat tugas harus mewakili perusahaan menghadapi calon investor yang mau due dilligent project Arun di Singapore. Pak Dirut meminta senior technical staff geoscience dan engineering untuk menghadiri due dilligence itu, minggu depan.
Aku lalu telepon pada Pak Dirto yang menembuskan email itu padaku untuk konfirmasi tugas ini. Pak Dirops menjawab bahwa itu tidak jadi.Karena Pak Dirpu yang menangani project ini menyatakan pada Pak Dirut bahwa aku tak perlu ikut. Lalu Pak Dirto bilang email Pak Dirpu akan di forward padaku.
Aku terima email Pak Dirto, lalu aku baca seksama. Hmmm...cerdik dan halus sekali email ini dibuat untuk mendiskreditkan aku. Sebenarnya aku sangat senang tidak jadi ke Singapore untuk mengerjakan tugas ini. Karena aku merasa sudah banyak pekerjaan dan aku ogah kerja sama bapak yang satu ini sejak proyek Siprus beberapa bulan yang lalu.
Lalu aku kirim pesan BBM pada pak Dirto yang sudah forwardkan email itu padaku. Aku katakan bahwa aku tidak masalah tidak jadi pergi ke Singapore karena aku sedang sangat sibuk minggu depan ini. Hanya kukatakan mengapa email rada minor tentang aku. Ditulisnya aku tidak mengerti dan tidak membantu secara fisik di data room dan web data room. Padahal aku , ketika itu, di hari sabtu aku bawa dua geoscientist datang melakukan data room dan laporannya sudah diberikan pada manager bawahannya. Juga manager bawahanku ikut bantu tim nya dan terlibat di beberapa rapat dengan tim PU.
Pak Dirto mengatakan, ya begitulah faktanya dia. Kamu harus hati-hati saja karena dia selalu finger pointing pada banyak orang. Tetapi dari email ini khan kamu bisa lihat Pak Dirut sudah gak masalah dengan kamu, tambah Pak Dirto menafsirkan makna lain dari email ini. Ini adalah kali kedua dia membuat surat bernuansa mendiskreditkan ku setelah email pembatalanku untuk berangkat ke Nigeria beberapa bulan yang lalu.
- Posted using BlogPress from my iPad
Friday, September 14, 2012
Anak-anak Muda Profesional Yang Enerjik dan Ceria...#GGRP
Sore itu suara The Next Band bertalu-talu begitu meriah di Aston Bridge Conference Center di Komplek Rasuna Epicentrum. Suara musik yang sangat ceria. Yang membuat para anak-anak muda di ruangan itu tak bisa menahan gerak tubuhnya mengikuti hentakan musik yang sangat riang dan enerjik. Itulah saat "happy hour" menjelang berakhirnya Geophysic Geology Reservoir and Production conference. Suatu konperensi para petroteknikal yang baru pertama kali ini diselenggarakan dengan sangat sukses.
Mayoritas, bahkan hampir semua peserta conference ini adalah para anak muda profesional perminyakan dalam kisaran usia 22 hingga 30 tahun. Sedikkt sekali yang berusia di atas 35 tahun. Tak heran suasananya anak muda banget.
Conference ini diselenggarakan tanpa event organizer dari luar. Sepenuhnya ditangani oleh anak-anak muda itu. Mereka adalah para geophysicist, geologist, Reservoir dan Production Engineer. Acara GGRP conference ini diselenggarakan selama 2 hari, tanggal 12-13 September 2012. Para anak muda ini telah mempersiapkannya sejak satu setengah bulan yang lalu.
Di panggung yang mereka buat, dengan latar belakang backdrop GGRP conference, penyanyi dan band tamu semakin bersemangat..dan anak-anak muda itu mulai turun melantai dengan gaya-gayanya yang kocak dan meriah. Terkadang salah satu dari mereka ikut menyanyi. Aku sangat gembira dan terhibur, sekaligus kagum, pada mereka. Mereka adalah para engineer muda yang cerdas tapi juga sangat gaul mengartikulasikan selera muda mereka yang menggelegak.
Aku merenung, penting sekali merekrut para profesional yang punya bakat membawa suasana riang dalam pekerjaan karena itu bisa meningkatkan kerjasama tim. Juga semangat bekerja dalam tim. Kerja tim jadi gak bete.
Apalagi melihat pembawa acara ( MC) yang merangkap ketua panitya GGRP conference ini. Dia bisa sangat trampil dan profesional membawakan acara ini selama 2 hari menjadikan acara ini begitu penuh semangat dan rmeriah. Dia adalah seoran petroleum engineer muda baru 2 tahun bekerja pada kami sejak lulus Trisakti. Dia adalah petroleum engineer yang punya leadership yang bagus. Kuat secara teknikal. Hebat dan kagum aku pada manager nya yang berhasil menemukan dan merekrutnya. Perusahaan ini sangat beruntung punya engineer seperti dia. Engineer sekaligus pembawa acara yang handal.
- Posted using BlogPress from my iPad
Mayoritas, bahkan hampir semua peserta conference ini adalah para anak muda profesional perminyakan dalam kisaran usia 22 hingga 30 tahun. Sedikkt sekali yang berusia di atas 35 tahun. Tak heran suasananya anak muda banget.
Conference ini diselenggarakan tanpa event organizer dari luar. Sepenuhnya ditangani oleh anak-anak muda itu. Mereka adalah para geophysicist, geologist, Reservoir dan Production Engineer. Acara GGRP conference ini diselenggarakan selama 2 hari, tanggal 12-13 September 2012. Para anak muda ini telah mempersiapkannya sejak satu setengah bulan yang lalu.
Di panggung yang mereka buat, dengan latar belakang backdrop GGRP conference, penyanyi dan band tamu semakin bersemangat..dan anak-anak muda itu mulai turun melantai dengan gaya-gayanya yang kocak dan meriah. Terkadang salah satu dari mereka ikut menyanyi. Aku sangat gembira dan terhibur, sekaligus kagum, pada mereka. Mereka adalah para engineer muda yang cerdas tapi juga sangat gaul mengartikulasikan selera muda mereka yang menggelegak.
Aku merenung, penting sekali merekrut para profesional yang punya bakat membawa suasana riang dalam pekerjaan karena itu bisa meningkatkan kerjasama tim. Juga semangat bekerja dalam tim. Kerja tim jadi gak bete.
Apalagi melihat pembawa acara ( MC) yang merangkap ketua panitya GGRP conference ini. Dia bisa sangat trampil dan profesional membawakan acara ini selama 2 hari menjadikan acara ini begitu penuh semangat dan rmeriah. Dia adalah seoran petroleum engineer muda baru 2 tahun bekerja pada kami sejak lulus Trisakti. Dia adalah petroleum engineer yang punya leadership yang bagus. Kuat secara teknikal. Hebat dan kagum aku pada manager nya yang berhasil menemukan dan merekrutnya. Perusahaan ini sangat beruntung punya engineer seperti dia. Engineer sekaligus pembawa acara yang handal.
- Posted using BlogPress from my iPad
GGRP Conference : Politik, Hukum dan Industri Migas Indonesia
Aku mendengar undang-undang yang mengatur minyak dan gas bumi Indonesia atau UU Migas no 22 tahun 2001 itu dibuat sebagai hasil konspirasi asing. Dibuat oleh kaum neo-lib dunia. Indonesia harus menerima undang-undang migas yang seperti itu karena Indonesia sudah menandatangai Letter of Intent dengan IMF. Itu yang kudengar dan kuingat dari talk show ini.
![]() |
| Pak Suyitno Patmosukismo giving luncheon lecture on our GGRP Conference. |
Thursday, September 13, 2012
Geology,Geophysics, Reservoir and Production Forum
We have succesfully held the first Geology, Geophysics, Reservoir and Production or we called GGRP Forum. We held this event o 12-13 September 2012.
In this forum we share knowledge from various business unit. There were a talk show.
- Posted using BlogPress from my iPad
Saturday, September 8, 2012
Recommending the EG-1 Exploration Well
Finally, the Geoscience team recommended the EG-1 exploration drilling proposal. We finished the review in one day yesterday on Friday 7 September 2012 at the end of the office hour.
We have different play concept with the operator who proposed the EG-1 well proposal. The operator proposed a pure stratigraphyc play based on the amplitude distribution on the reservoir. On the otherhand, we says that exploration play is a structural-stratigraphyc play in a 3-way-dip closure. The reservoir is juxtaposed to a north-south fault to form a roll-over against fault. Then we limit of the P90 resources is bounded by the noth-south fault to the east, and a stratigraphyc pinch-out to the west as the amplitude dimming to the west.
- Posted using BlogPress from my iPad
We have different play concept with the operator who proposed the EG-1 well proposal. The operator proposed a pure stratigraphyc play based on the amplitude distribution on the reservoir. On the otherhand, we says that exploration play is a structural-stratigraphyc play in a 3-way-dip closure. The reservoir is juxtaposed to a north-south fault to form a roll-over against fault. Then we limit of the P90 resources is bounded by the noth-south fault to the east, and a stratigraphyc pinch-out to the west as the amplitude dimming to the west.
- Posted using BlogPress from my iPad
Thursday, September 6, 2012
I Received 5 Years Service Award
Today, in an event of my office Halal Bi Halal Syawal 1433H, in Rafflesia Ballroom Balai Kartini, I received 5 Years Service Award from may office. I was a bit surprised that I was included in this occassion since I was not notified before. I joined this company in April 2005. So, my 5 years anniversary was in 2010, but the service award is only given now.
I remember, once upon a time, in a Sunday, in early 2005. It might be in the month of January. I was called by a friend of mind, when we worked together in a company which operated in East Kalimantan. He said in a phone conversation, asking me if like to come back to oil company. I had been 5 years at that time in an international oil service company. The blue company.
I left an oil and gas operating company that operated in onshore Kutai Basin East Kalimantan in 2000, after 15 years in service. I left this company taking an early retirement after this company stopped the exploration activities. Then in 2000 I joined an international oil service company. That was the blue company.
To make the story short, I got bored working in oil service company and I wanted to come back to an operating oil company. I found after 5 years working in this oil service, it was the time to leave this company. And the opportunity came at the right time. I got a call from my ex boss. Thanks God! You answered our prayer.
I remember, I asked what would be the position you offered me. He said if you like, just come to my office and talk. Well, his offer actually hasll made me happy. It was a national oil company. And I wanted to work in a national oil company.
In his office, he straight forward offer me a job. Firstly he offered me as an exploration operation manager. But I negotiated that I wanted a G and G manager. I had enough experience as exploration operation. I wanted the person who managed the exploration study, integrating teh geophysics and geology to generate exploration and field development prospects.
He agreed with my request. He offered me a remunaration. I saw it that was good enough. I tried to bargain asking higher remunaration. He said it could not be done since it was the standard of the company. Well, that was OK, I could live with that. Actually, it was fair and enough for me.
If you accept my offer, then the HRD people would call soon for a psycho test. This process happened in the month January 2005. All the process of recruitment completed in February 2012. Then I asked my new boss to start in April 2012 since I needed to give one month notice to my company and fulfilled my 5 years service to get the severance payment.
This employement really made me and my wife very happy. I could leave the service company that I had ot bored for 5 years, and my family was happy as I got a good position and better compensation. Thanks God.
- Posted using BlogPress from my iPad
I remember, once upon a time, in a Sunday, in early 2005. It might be in the month of January. I was called by a friend of mind, when we worked together in a company which operated in East Kalimantan. He said in a phone conversation, asking me if like to come back to oil company. I had been 5 years at that time in an international oil service company. The blue company.
I left an oil and gas operating company that operated in onshore Kutai Basin East Kalimantan in 2000, after 15 years in service. I left this company taking an early retirement after this company stopped the exploration activities. Then in 2000 I joined an international oil service company. That was the blue company.
To make the story short, I got bored working in oil service company and I wanted to come back to an operating oil company. I found after 5 years working in this oil service, it was the time to leave this company. And the opportunity came at the right time. I got a call from my ex boss. Thanks God! You answered our prayer.
I remember, I asked what would be the position you offered me. He said if you like, just come to my office and talk. Well, his offer actually hasll made me happy. It was a national oil company. And I wanted to work in a national oil company.
In his office, he straight forward offer me a job. Firstly he offered me as an exploration operation manager. But I negotiated that I wanted a G and G manager. I had enough experience as exploration operation. I wanted the person who managed the exploration study, integrating teh geophysics and geology to generate exploration and field development prospects.
He agreed with my request. He offered me a remunaration. I saw it that was good enough. I tried to bargain asking higher remunaration. He said it could not be done since it was the standard of the company. Well, that was OK, I could live with that. Actually, it was fair and enough for me.
If you accept my offer, then the HRD people would call soon for a psycho test. This process happened in the month January 2005. All the process of recruitment completed in February 2012. Then I asked my new boss to start in April 2012 since I needed to give one month notice to my company and fulfilled my 5 years service to get the severance payment.
This employement really made me and my wife very happy. I could leave the service company that I had ot bored for 5 years, and my family was happy as I got a good position and better compensation. Thanks God.
- Posted using BlogPress from my iPad
Wednesday, August 29, 2012
5th Technical Subcommittee Meeting for Masela Contract Area
1. FEED Tender evaluation status for SURF and FLNG
2. Next Drilling Campaign.
3. Full Field Development
4. Result of SG-3
5. 2013 Proposed Work Program and Budget.
I left the meeting after lunch time
Friday, August 17, 2012
Sunday, July 22, 2012
Morning at Giri Gahana Jatinangor
Smita diterima di Jurusan Kelautan dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Padjadjaran melalui jalur SMUP. Lalu kami sekeluarga pergi ke Jatinangor untuk cari pondokan untuk Smita.
Sambil cari pondokan kami sekalian berlibur di Giri Gahana Golf Resort di Jatinangor. Kami menginap semalam di resort ini. Kami check in setelah kami lelah mencari pondokan untuk Smita.
Di Giri Gahana ini, di pagi hari kami bisa melihat matahari terbit yang indah. Seperti pada gambar di bawah ini.

Sambil cari pondokan kami sekalian berlibur di Giri Gahana Golf Resort di Jatinangor. Kami menginap semalam di resort ini. Kami check in setelah kami lelah mencari pondokan untuk Smita.
Di Giri Gahana ini, di pagi hari kami bisa melihat matahari terbit yang indah. Seperti pada gambar di bawah ini.
Smita Lulus Ujian Talenta Masuk IPB 2012
Selamat untuk Smita.
Seminggu yang lalu kami terima pengumuman bahwa Smita di terima di Jurusan Kelautan Unpad melalui jalur SMUP. Pengumuman itu diterima di tengah-tengah Smita sedang ujian saringan masuk IPB lewat jalur Ujian Talenta Mandiri.
Karena diterima di Kelautan Unpad, maka kami sekeluarga pergi ke Jatinangor untuk mencari tempat pondokan untuk Smita sekalian berlibur bersama keluarga.
Ini pertama kali kami pergi ke Jatinangor. Ketika tiba di Jatinamgor melihat-lihat kampus yang dikelilingi bukit , Smita sangat senang dan menyukai suasana Unpad dengan pemandangan bukit dan gunung ke segala arah.
Setelah itu kami berkeliling sekitar kampus Unpad untuk mencari pondokan. Di tengah siang dan terik matahori yang melelahkan mencari pondokan, Smita buka ipad untuk melihat pengumuman IPB. Ternyata Smita diterima di IPB jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata ( KSE ) Fakultas Kehutanan. Kami semua terkejut gembira tapi juga bingung. Sehingga ekspresi kami lebih seperti orang bingung dan sedih, yang mestinya meledak gembira karena diterima di IPB.
Bingung karena sudah terlanjur mencintai lingkungan Unpad dan mempersiapkan mental untuk kuliah di Kelautan Unpad. Karena sebelumnya tak terlalu berharap pada IPB yang persaingannya sangat ketat di jalur UTM ini. Persaingan hampir 1 banding 300. Kursi yang tersedia di KSHE hanya 15 untuk jalur UTM ini.
Dalam lelah panas tengah hari itu kami putuskan untuk hentikan cari pondokan, segera menuju Giri Gahana untuk istirahat , menenangkan diri bersama untuk mempertimbangkan KSHE IPB. Karena kami sebelumnya tahu hanya sedikit sekali tentang KSHE dan IPB. Walaupun dulu waktu pilih jurusan KSHE punya feeling ini jurusan bagus dan cocok untuk Smita.
Tuesday, July 3, 2012
TSB Simulation consequency
1. When do we start the phase 2 investment? This will affect the 2013 budget.
2. The market absorption is too low compare to the production capacity
3. What is the proper production plateau rate?
4.KEI does not like to invest for phase 2 if the plateau rate longer.
2. The market absorption is too low compare to the production capacity
3. What is the proper production plateau rate?
4.KEI does not like to invest for phase 2 if the plateau rate longer.
Monday, June 25, 2012
Tuesday, June 19, 2012
Quiet or Silent Move
That is the negative thought about the situation in relation to my action revoking my endorsement to a promotion proposal a week ago.
In my opinion, the criteria or procedure of promoting a staff in middle management has to be very careful and stringent. The staff in middle management is a selected people for company leader succession.
There are some minimal requirement that needs to be in place :
In my opinion, the criteria or procedure of promoting a staff in middle management has to be very careful and stringent. The staff in middle management is a selected people for company leader succession.
There are some minimal requirement that needs to be in place :
- The Job description and job evaluation to the position so, the Hay point is established for the position. Also the job description of the superior of this position and its subordinates. The strutural relationship of the job description has to be clear.
- The quality and the career potential of the candidate that can be inferred from the assesment center.
- Performance of the candidate in the last 3 years.
- Education level of the candidate.
Tuesday, May 15, 2012
The last Lunch at Larnaca, Cyprus
It was in a hurry. We got only limited time to catch the flight back to Jakarta. But we still had a time to have a great lunch in the Larnaca beach in Cyprus.
The meal in Cyprus always very big one for Indonesian people like me. I ordered a grilled pork with fried potatoes at an Italian restaurant.
The meal was very delicious
Larnaca Marina in Cyprus
Sunday, May 13, 2012
The Mosque of Sultan Tekke in Larnaca, Cyprus
Hala Sultan Tekke or the Mosque of Umm Haram (Turkish: Hala Sultan Tekkesi) is a very prominent Muslim shrine near Larnaca, on the island of Cyprus. Umm Haram (Turkish: Hala Sultan) was the Islamic prophet Muhammad's wet nurse and the wife of Ubada bin al-Samit.[citation needed]
Hala Sultan Tekke complex is composed of a mosque, mausoleum, minaret, cemetery, and living quarters for men and women. The termtekke (convent) applies to a building designed specifically for gatherings of a Sufi brotherhood, or tariqa, and may have referred to an earlier feature of the location. The present-day complex, open to all and not belonging to a single religious movement, lies in a serene setting on the shores of the Larnaca Salt Lake, which appears to be an important site also in prehistory. Hala Sultan Tekke is a listed Ancient Monument.( Source from Wikipedia )
In the Larnaca we did the city tour using the open bus. One of the place I visited was the Mosque of Hala Sultan Tekke nearby the Salt lake in Larnaca.
Mosque Hala Sultan Tekke is an Islamic shrine, unusual in that it is dedicated to a woman, built between 1760-1796. Overlooking the Salt Lake of Larnaka, where flamingoes stop en route from Africa in spring and autumn, it is a peaceful, beautiful spot for a mosque.
The woman in question was Umm Haram, aunt of an associate of the Prophet Mohammed, who was thrown from her mule and died here in 649 during the first Arab invasion of Cyprus. A place of pilgrimage for Muslims, the building did not actually become a site of veneration until the Ottoman conquest of Cyprus in 1571.
The mosque is an important place of Muslim pilgrimage, ranking immediately after the shrines of Mecca, Medina and Al Aqsha in Jerusalem.
Archaeologists think that in ancient times the site was originally a temple to Artemis, founded where the important commodity of salt was manufactured.
Friday, May 11, 2012
A Hectic Day in Nicosia
Today was a very hectic day like a hell in Nicosia, Cyprus. I felt very weak, tired of not enough sleep and stresful. In the afteroon when I was asked to join the dinner, I was still very-very tired.
Finally we submitted the bids for two block in Cyprus after a long and stresful work since yesterday afternoon.
- Posted using BlogPress from my iPad
Exploration Concepts and Program in Block 2
Exploration Concepts and Program in Block 2
Objective : to find the best location for exploration drilling in Block 2
Our review during the data room came up with the hydrocarbon resources of 7.7 Tcf in Block 2 that come from at least three identified leads . The leads has to be upgraded to drillable prospect, then further need to be drilled and tested.
The current 2D seismic density is not sufficient to determine the best drilling location safely. Additional 2D Seismic seismic data is required to improve the current seismic data of 5 km by 5 km to the the average of 2 km by 2 km, then we can find more leads and mature the prosepect.
Since there is no well data in the area, we will maximise the use of advance seismic attribute such as pre-stack attribute ( Amplitude Variation with Offset ) and post stack seismic attribute as well as seismic inversion and modeling.
Since the exploration plays consist of clastic and carbonate sedimentary, 3D seismic acqusition is anticipated to be acquired over the identified leads. 2D and 3D seismic acquisition and processing parameter will be directed to produce interpretable seismic section and able to construct a reliable velocity model for time to depth conversion, seismic attribute extraction and overpressure prediction.
A further continual integrated geophysic and geology evaluation will see if the data is sufficient to pick drilling location.
A combination of two exploration block in one operator, such as block 9 and 2 will be beneficial to Government and contractor. This will make the subsurface study and exploitation to be more efficient.
The above exploration concepts will be carried out during the 3 sub-period of exploration in the following table.
- Posted using BlogPress from my iPad
Objective : to find the best location for exploration drilling in Block 2
Our review during the data room came up with the hydrocarbon resources of 7.7 Tcf in Block 2 that come from at least three identified leads . The leads has to be upgraded to drillable prospect, then further need to be drilled and tested.
The current 2D seismic density is not sufficient to determine the best drilling location safely. Additional 2D Seismic seismic data is required to improve the current seismic data of 5 km by 5 km to the the average of 2 km by 2 km, then we can find more leads and mature the prosepect.
Since there is no well data in the area, we will maximise the use of advance seismic attribute such as pre-stack attribute ( Amplitude Variation with Offset ) and post stack seismic attribute as well as seismic inversion and modeling.
Since the exploration plays consist of clastic and carbonate sedimentary, 3D seismic acqusition is anticipated to be acquired over the identified leads. 2D and 3D seismic acquisition and processing parameter will be directed to produce interpretable seismic section and able to construct a reliable velocity model for time to depth conversion, seismic attribute extraction and overpressure prediction.
A further continual integrated geophysic and geology evaluation will see if the data is sufficient to pick drilling location.
A combination of two exploration block in one operator, such as block 9 and 2 will be beneficial to Government and contractor. This will make the subsurface study and exploitation to be more efficient.
The above exploration concepts will be carried out during the 3 sub-period of exploration in the following table.
- Posted using BlogPress from my iPad
Sunday, May 6, 2012
Arrived at Larnaca Cyprus
Saturday, May 5, 2012
We Got The Visa to Cyprus
That was Friday morning, May the 4th 2012. I had not got enough sleep last night. I was on the way to my office. Early morning. In my car, I was checking several time my email on my BlackBerry. I was waiting for the decision of my board director, who are the team to go for the Cyprus business opportunity review.
Finally I got the decision on my BlackBerry. The team consist of myself, a geologist and a business development specialist. It was very tiny team for such a big project. An exploration opportunity in offshore Cyprus. Yesterday afternoon until late last night I struggled to a reasonable team for this project. A geophysicist, a geologist, a petroleum engineer, a facilities engineer, an economist and a business development specialist. But, they gave me only a geologist and a business development specialist and I was the team leader.
Finally I got the decision on my BlackBerry. The team consist of myself, a geologist and a business development specialist. It was very tiny team for such a big project. An exploration opportunity in offshore Cyprus. Yesterday afternoon until late last night I struggled to a reasonable team for this project. A geophysicist, a geologist, a petroleum engineer, a facilities engineer, an economist and a business development specialist. But, they gave me only a geologist and a business development specialist and I was the team leader.
Subscribe to:
Posts (Atom)






