Senin 26 Jul 2021, Pekan Biasa XVII
Bacaan hari ini : Sirakh (44:1.10-15), Mazmur (132:11.13-14.17-18), Lukas 2:25c
Matius ( 13:16-17)
*Ayat yang menginspirasiku:*
_"Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar."_
MATIUS 13:16
_"Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."_
MATIUS 13:17
*Refleksi batin:*
Ayat tersebut di atas dikatakan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya dan orang-orang yang mendengar dan melihat Yesus mengajar.
*Bagaimanakah kita melihat fakta-fakta yang ada di hadapan kita?*
Apakah kita melihatnya dengan suatu kacamata ideologi tertentu? atau kacamata pengalaman masa lalu?
Apakah kita melihat fakta dengan sungguh-sungguh tanpa tabir apapun di antara mata kita dan fakta yang kita hadapi?
Apakah kita bisa menyadari bahwa kita sedang melihat fakta; dengan atau tanpa prapaham atau prasangka?
Semua itu bisa terjadi ketika kita melihat atau mendengar fakta di hadapan kita. Diawali dengan kata *"Berbahagialah"* pada ayat itu, Yesus mengajak kita untuk melihat dan mendengar dengan bebas, dengan kacamata yang sungguh jernih, tanpa tabir, namun dengan keutuhan seluruh karunia yang Tuhan berikan untuk kita sebagai manusia. Karunia Tuhan yang utama untuk melihat fakta dalam kehidupan kita adalah akal budi dan iman.
Berulang kali Yesus _"mengeluh"_ bahwa para pendengar-Nya dan mereka yang melihat apa yang diperbuat-Nya tidak bisa melihat apa yang ditampilkan oleh-Nya. Gambar atau rupa Allah yang benar adalah hal yang sangat dirindukan oleh para nabi dan orang benar terdahulu sebagai jalan untuk mengalami kepenuhan dan kebahagiaan atau Kerajaan Allah. Sementara murid-murid dan khalayak yang berhadap-hadapan dengan Yesus _"dikeluhkan"_ sebagai mempunyai mata tapi tidak melihat dan mempunyai telinga tapi tidak mendengar.
Yesus adalah fakta yang harus dilihat dengan keutuhan semua daya yang diberikan Tuhan kepada kita yaitu daya-daya indrawi, akal budi dan iman agar kita bisa mengalami apa yang Yesus bawa untuk kita, yaitu gambar dan pernyataan diri Allah yang sepenuh-penuhnya.
Demikian juga pengalaman dan fakta yang kita hadapi saat ini, detik ini, harus kita lihat dengan kejernihan yang bebas prapaham namun dengan keutuhan karunia Allah pada manusia yaitu akal budi dan iman agar kita selalu hidup dalam pengharapan.
*Doa*
Allah Bapa di surga, sungguh kami bersyukur bahwa Allah memberikan kami akal-budi dan iman. Sehatkan dan kuatkan akal-budi dan iman kami agar kami melihat hidup kami dengan jernih dan utuh. Mampukan kami untuk selalu hidup penuh daya upaya budi dan pengharapan dalam iman akan Kristus Tuhan.
.
.
#pandemi_memurnikan_kita
_@jg_arif_wibowo: hanya sebutir debu di bawah alas kaki pelayan sabda-Nya._
https://awibowo325blog.wordpress.com/2021/07/26/melihat-fakta-dengan-akal-budi-dan-iman/
No comments:
Post a Comment