Monday, July 5, 2021

Janji Allah dan iman yang mengetuk hati Allah*

Jurnal Senin  05-07-2021

Tahun liturgi B/1 Bacaan hari ini : Kejadian (28:16-17), Mazmur (91:1-2.3-4.15-15ab ); Matius (9:18-26) 

ayat emasku hari ini adalah: 

_"Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu."_
MATIUS 9:22

Kapankah kita terakhir merasakan kehadiran Tuhan di tempat kita berada? Kapankah kita terakhir merasakan kehadiran Tuhan di hati kita?

Yakub tersadar bahwa ketika bangun di tempat dia tidur Allah hadir di tempat itu. Dia mengalami Tuhan berada di sampingnya yang berbicara dan berjanji kepadanya. Allah berjanji akan menyertai dan melindunginya kemanapun dia pergi . 

"Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu." KEJADIAN 28:15

Pengalaman itu sangat menggetarkan hati Yakub namun juga mengharukannya sehingga dia membuat tugu di tempat dia merasakan kehadiran Tuhan yang berjanji setia kepadanya.

Allah mewahyukan dirinya kepada kita manusia melalui cerita Yakub tersebut dalam bacaan Kejadian 28:10-22. Demikianlah kiranya sifat Allah yang lebih dulu mencintai manusia sebagai ciptaannya dan berjanji setia akan menyertai dan melindungi manusia. Namun sebagai manusia kita sering lupa dan ragu bahwa Allah senantiasa menyertai dan melindungi kita. 

Seyogyanya cerita tentang Allah yang hadir dalam mimpi dan berjanji setia kepada Yakub menggerakkan hati kita untuk menanggapi uluran tangan Allah yang menyelinap di dalam cerita itu, yang menyentuh dan mengundang hati kita. Tanggapan atas undangan itu adalah iman dan pengharapan kita pada Allah. Iman dan penyerahan diri pada-Nya yang menjadi syarat terpenuhinya janji Allah kepada kita.

Pada kepala rumah ibadat dan wanita yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan itu, Yesus melihat dan merasakan iman yang menyala-nyala pada mereka. Pada saat itu Yesus menjadi pemenuhan akan janji Allah yang memberikan hidup kepada manusia yang berharap penuh iman kepada-Nya.


Doaku: 
Tuhan Yesus, kadang kala aku bertanya kepada diriku, apakah aku ini sudah cukup beriman? Maka kujawab dalam hatiku sendiri, belum. Ampunilah aku, ya Yesus, dan tolonglah aku untuk berani mengandalkan Diri-Mu. Amin.
.
.
#pandemi_memurnikan_kita_akan_Allah
@jg_arif_wibowo

No comments:

Post a Comment