Wednesday, July 14, 2021

"AKU ADALAH AKU" yang menjadi Manusia


*"AKU ADALAH AKU" yang menjadi Manusia.*
Kamis 14 Juli 2021
Tahun Liturgi B/I Pekan Biasa XV. Bacaan hari ini : Keluaran (3:13-20), Mazmur 105:1.5.8-9.24-25.26-27), Matius (11:28-30)


3:14 _Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."_

Begitulah Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Musa dan mengutus Musa untuk membebaskan umat Israel dari penderitaan perbudakan. Dia yang adalah "Awal dan Akhir" mau menyatakan diri-Nya karena mendengar jeritan bangsa Israel yang menderita oleh perbudakan di Mesir. 

Dia yang "Awal dan Akhir" adalah Dia yang pernah berjanji pada nenek moyang Musa, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, kini Dia memenuhi janji-Nya dengan menyatakan diri-Nya pada Musa. Dia adalah Sang Ada yang maha hadir, meskipun berada di luar ruang dan waktu, Dia menjawab jeritan bangsa Israel yang tertindas dan mencari pertolongan-Nya. 

Kini Dia Sang Awal dan Akhir yang berada di luar ruang dan waktu itu telah masuk ke dalam sejarah menjadi manusia seperti kita untuk menunjukkan Gambar-Nya yang sejati kepada kita di dalam Yesus Kristus. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Dia punya kuasa yang sama seperti Dia yang memperkenalkan diri kepada Musa sebagai Sang Ada yang maha hadir. Dia selalu hadir dengan belas kasih-Nya untuk mendengarkan jeritan penderitaan manusia.

Yesus adalah Allah yang mengosongkan diri-Nya serupa manusia namun Dia adalah puncak pewahyuan yang menghadirkan wajah Allah sepenuh-penuh-Nya kepada manusia.

Sebagaimana Allah berkata kepada Musa untuk bangsa Israel, Yesus menjamin kita dengan sabda-Nya kepada kita dalam bacaan Injil hari ini 

Matius 11:28-30  
_Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan._

Dari perikop di atas itu kita bisa merasakan wajah Allah yang lembut, sejuk dan penuh kasih. Yesus telah menjadikan kita lebih dekat pada Allah karena Ia mengajarkan kita memanggil Allah sebagai Bapa untuk kita. 

Allah yang berada di luar ruang dan waktu itu oleh karena Yesus telah menjadikan Roh-Nya ada di dalam hati kita dan menyertai kita dalam pergumulan hidup kita. Dia begitu dekat dan mesra untuk mendengarkan jeritan kita yang letih lesu dan berbeban berat karena Yesus turut bersama kita dan telah lebih dahulu menderita untuk kita manusia.

Doa:
Tuhan Yesus kami bersyukur Engkau menjadikan kami anak-anak Allah bersama-Mu. Kamipun bersyukur karena kami boleh selalu datang untuk bersandar pada-Mu dan mendapatkan kelegaan atas letih-lesu karena beban hidup kami. Terima kasih Yesus.
.
.
.
#pandemi_memurnikan_kita
_@jg_arif_wibowo: hanya sebutir debu di bawah alas kaki hamba-Nya_

https://awibowo325blog.wordpress.com/2021/07/15/aku-adalah-aku-yang-menjadi-manusia/

No comments:

Post a Comment