When you take a walk for sight seeing in the evening at Bukit Bintang, if you were lucky you can find a street portrait painter. You can try, if you dare, to be painted on the side of the street. In May 2008, I visited Kuala Lumpur for a seminar, I took awalk around Bukit Bintang Junction. I saw this man being painted in the road side of the street. It was interesting to me. The guy could not do anything except just stay calm when I took his pictures many times.
Friday, January 30, 2009
Street Portrait Painter at Bukit Bintang, Kuala Lumpur
When you take a walk for sight seeing in the evening at Bukit Bintang, if you were lucky you can find a street portrait painter. You can try, if you dare, to be painted on the side of the street. In May 2008, I visited Kuala Lumpur for a seminar, I took awalk around Bukit Bintang Junction. I saw this man being painted in the road side of the street. It was interesting to me. The guy could not do anything except just stay calm when I took his pictures many times.
Jalan Alor, The Center of Chinese Food in Kuala Lumpur
Burung Cici Merah
Foto burung Cici Merah ini di ambil di kawasan satu kompleks perumahan di Jakarta Barat. Di kompleks itu ada lahan tanah yang belum dibangun dan banyak ditumbuhi alang-alang tinggi dan lebat. Burung Cici Merah bertelur di dalam semak-semak tersebut. Burung Cici Merah terbang jauh dan selalu kembali di tempat di mana dia pernah bertelur.
Ekspresi yang lucu dan burung Cici Merah.
Thursday, January 29, 2009
Pertunjukan Budaya Pada Acara Seren Taun di Kampung Budaya
Masih tentang Acara Seren Taun Guru Bumi di Kampung Buadaya Sindangbarang.Setelah acara pemilihan dongdang terbaik, kemudian Pupuhu berdoa mengucap syukur dan acara rebutan dongdang tibalah acara pertunjukan kesenian tradisional Kampung Budaya berupa tarian, angklung dan pencak silat.



Pencak silat adalah seni tari dan beladiri yang sangat populer di Indonesia. Tak ketinggalan Kampung Budaya Sinangbarang pun memiliki aliran pencak silat yang khas asli daerah Sindangbarang. Pencak silat adalah permaian yang melambangkan jiwa perwira dan ksatria bangsa Indonesia.

Pertunjukan atraksi angklung gubrak. Atraksi ini menceritakan persaingan secara ksatria antara dua kelompok lelaki. Masing-masing kelompok dipimpin oleh penari yang membawa gendang dan diiringi oleh tiga orang pembawa angklung. Kedua kelompok itu bersaing seakan-akan hingga berkelahi. Pembawa gendang dengan diringi gerakan angklung yang dinamis, bertarung dengan pembawa gendang yang lain. Yang lebih dulu bisa menjatuhkan lawannya, itu yang menang.

Ini adalah pertunjukan tarian rampag gendang. Gadis-gadis cantik berpakaian warna-warni menyala dengan penuh semangat memainkan tarian rampag gendang. Mereka dengan lincah memukul gendang dengan irama yang sangat dinamis. Kemudian disusul dengan atraksi menari di atas gendang mereka.
Pencak silat adalah seni tari dan beladiri yang sangat populer di Indonesia. Tak ketinggalan Kampung Budaya Sinangbarang pun memiliki aliran pencak silat yang khas asli daerah Sindangbarang. Pencak silat adalah permaian yang melambangkan jiwa perwira dan ksatria bangsa Indonesia.
Pertunjukan atraksi angklung gubrak. Atraksi ini menceritakan persaingan secara ksatria antara dua kelompok lelaki. Masing-masing kelompok dipimpin oleh penari yang membawa gendang dan diiringi oleh tiga orang pembawa angklung. Kedua kelompok itu bersaing seakan-akan hingga berkelahi. Pembawa gendang dengan diringi gerakan angklung yang dinamis, bertarung dengan pembawa gendang yang lain. Yang lebih dulu bisa menjatuhkan lawannya, itu yang menang.
Ini adalah pertunjukan tarian rampag gendang. Gadis-gadis cantik berpakaian warna-warni menyala dengan penuh semangat memainkan tarian rampag gendang. Mereka dengan lincah memukul gendang dengan irama yang sangat dinamis. Kemudian disusul dengan atraksi menari di atas gendang mereka.
Wednesday, January 28, 2009
Bertemu Pak Awang Satyana di Cape Town Afrika Selatan
Saya akan menceritakan tentang Pegunungan Cape Fold Belt ini, jalur pegunungan paling selatan di benua Afrika. Pegunungan Cape Fold Belt, yang ujung baratnya terpecah dan masuk ke dalam kota Capetown sebagai puncak-puncak Devil’s Peak, Table Mountain, dan Lion’ Head merupakan pegunungan hasil benturan antarbenua. Secara genetik, pegunungan ini seperti Pegunungan Himalaya yang merupakan pegunungan benturan antara benua India dan sebagian Eurasia. Bila Pegunungan Himalaya terbentuk pada 55 juta tahun yang lalu, maka Pegunungan Cape Fold Belt terbentuk pada sekitar 250 juta tahun yang lalu. Pegunungan lipatan Cape Fold Belt tersusun oleh kelompok batuan bernama Cape Supergroup, suatu superkelompok batuan sedimen (konglomerat, tilit-endapan gletsyer, batupasir, batulanau, dan batulempung) yang berumur 510-340 juta tahun (Kambrium-Karbon bawah). Tiga pegunungan/gunung di Capetown sendiri disusun oleh batupasir Table Mountain Group berumur 510-390 juta tahun (Kambrium-Devon). Pegunungan ini duduk di atas batuan granit (Cape Granite Suite) berumur 540 juta tahun dan sekis dan filit (Malmesbury) berumur 540-560 juta tahun. Bila batas bawah Kambrium adalah 542 juta tahun yang lalu (Gradstein et al., 2004), maka umur sekis ini adalah PraKambrium atau lebih tepatnya NeoProterozoikum (zaman Ediacara). Beruntung saya mendapatkan sampel batuan filit Malmesbury PraKambrium ini saat jalan-jalan di kaki Table Mountain, itulah koleksi batuan saya yang paling tua dalam bentuk genggaman –hand specimen (koleksi batuan poles yang tertua adalah yang saya beli di pelataran Opera House di Sydney yang berasal dari Pilbara Craton dengan umur sekitar 2500 juta tahun).
Bagaimana Cape Supergroup yang menyusun Afrika Selatan tertekan sehingga membentuk Pegunungan Cape Fold Belt ? Ini melibatkan tektonik skala benua. Cape Supergroup adalah sekelompok sedimen yang dibentuk di tepi pasif sebelah barat Lempeng Afrika. Lempeng ini pada Masa Paleozoikum dikelilingi oleh Amerika Selatan dan Antarktika. Lempeng Amerika Selatan sedang bergerak ke timur dan Lempeng Antarktika sedang bergerak ke utara –keduanya menuju Afrika yang relatif tidak bergerak. Maka, ketiga lempeng ini sebenarnya saling bergerak mendekat. Gerakan lempeng-lempeng benua ini adalah dalam rangka membentuk superbenua Pangaea. Lalu antara 280 – 235 juta tahun (Perem-Trias) terjadilah benturan antara ketiga benua itu menutup cekungan samudra purba Adamastor. Sedimen Cape Supergroup yang terletak di bagian depan Afrika tertekan dan membentuk pegunungan lipatan Cape Fold Belt.
Table Mountain di Capetown terlihat berlapis mendatar. Bagaimana bisa sebuah pegunungan lipatan benturan antarbenua mempertahankan sifat asal sedimentasinya yaitu berposisi mendatar pada lapisan-lapisannya. Rekonstruksi oleh Compton (2006 : The Rocks and Mountains of Capetown, Double Storey Books, Capetown) menunjukkan bahwa Table Mountain adalah dasar sebuah sinklin yang tersisa sehingga lapisan-lapisannya mendatar.
Bersatunya Amerika Selatan dan Afrika pada ujung Perem tersebut menyusun sebagian Gondwanaland. Sebuah superbenua akan menghalangi sirkulasi mantle plume dari bawah. Peristiwa selanjutnya adalah mantle plume memisahkan apa yang sudah bersatu. Maka pada 180-130 juta tahun yang lalu (Yura - Kapur Awal bagian atas) Amerika Selatan mulai memisah kembali dari Afrika. Peristiwa perpisahan ini di Capetown ditandai oleh dolerite dykes yang memotong sekis/filit Malmesbury, Cape Granite Suite, dan Table Mountain Group. Dolerite dykes ini seumur dengan flood basalt besar di Namibia , utara Afrika dan di Parana (Amerika Selatan). Dolerite dykes dan flood lava basalt ini merupakan produk rising hot mantle plumes yang mengawali pembukaan South Atlantic Ocean Basin.
Maka, tepi barat Afrika di mana Capetown berlokasi kembali menjadi tepi pasif lempeng benua. Kelompok sedimen yang lebih muda dari Yura (Kapur-Resen) diendapkan di tepi pasif ini yang posisinya sekarang di Samudra Atlantik sebelah barat Capetown. Cape Fold Belt menjadi sumber sedimen baik ke arah barat menuju Samudra Atlantik, ke selatan menuju Samudra Hindia, dan ke utara menuju Karoo Basin . Cape Fold Belt dan Capetown sejak 250 juta tahun yang lalu adalah sebuah pegunungan benturan, sedimentasi terakhir terjadi 280 juta tahun yang lalu saat endapan glasial memenuhi Gondwana.
Maka boleh disebutkan bahwa Capetown telah kehilangan catatan sedimentasinya sejak 280 juta tahun yang lalu. Sejarah geologi Capetown adalah sejarah tentang pertemuan benua-benua membentuk superbenua dan mengangkat Cape Fold Belt (250 juta tahun yang lalu), dan cerita tentang perpisahan kembali Afrika dan Amerika Selatan pada 180-130 juta tahun yang lalu yang membentuk South Atlantic Ocean. Efek benturan dan perpisahan antarbenua langka terjadi di satu tempat, tetapi di Capetown, Afrika Selatan kedua hal itu terjadi.
Bagaimana Cape Supergroup yang menyusun Afrika Selatan tertekan sehingga membentuk Pegunungan Cape Fold Belt ? Ini melibatkan tektonik skala benua. Cape Supergroup adalah sekelompok sedimen yang dibentuk di tepi pasif sebelah barat Lempeng Afrika. Lempeng ini pada Masa Paleozoikum dikelilingi oleh Amerika Selatan dan Antarktika. Lempeng Amerika Selatan sedang bergerak ke timur dan Lempeng Antarktika sedang bergerak ke utara –keduanya menuju Afrika yang relatif tidak bergerak. Maka, ketiga lempeng ini sebenarnya saling bergerak mendekat. Gerakan lempeng-lempeng benua ini adalah dalam rangka membentuk superbenua Pangaea. Lalu antara 280 – 235 juta tahun (Perem-Trias) terjadilah benturan antara ketiga benua itu menutup cekungan samudra purba Adamastor. Sedimen Cape Supergroup yang terletak di bagian depan Afrika tertekan dan membentuk pegunungan lipatan Cape Fold Belt.
Table Mountain di Capetown terlihat berlapis mendatar. Bagaimana bisa sebuah pegunungan lipatan benturan antarbenua mempertahankan sifat asal sedimentasinya yaitu berposisi mendatar pada lapisan-lapisannya. Rekonstruksi oleh Compton (2006 : The Rocks and Mountains of Capetown, Double Storey Books, Capetown) menunjukkan bahwa Table Mountain adalah dasar sebuah sinklin yang tersisa sehingga lapisan-lapisannya mendatar.
Bersatunya Amerika Selatan dan Afrika pada ujung Perem tersebut menyusun sebagian Gondwanaland. Sebuah superbenua akan menghalangi sirkulasi mantle plume dari bawah. Peristiwa selanjutnya adalah mantle plume memisahkan apa yang sudah bersatu. Maka pada 180-130 juta tahun yang lalu (Yura - Kapur Awal bagian atas) Amerika Selatan mulai memisah kembali dari Afrika. Peristiwa perpisahan ini di Capetown ditandai oleh dolerite dykes yang memotong sekis/filit Malmesbury, Cape Granite Suite, dan Table Mountain Group. Dolerite dykes ini seumur dengan flood basalt besar di Namibia , utara Afrika dan di Parana (Amerika Selatan). Dolerite dykes dan flood lava basalt ini merupakan produk rising hot mantle plumes yang mengawali pembukaan South Atlantic Ocean Basin.
Maka, tepi barat Afrika di mana Capetown berlokasi kembali menjadi tepi pasif lempeng benua. Kelompok sedimen yang lebih muda dari Yura (Kapur-Resen) diendapkan di tepi pasif ini yang posisinya sekarang di Samudra Atlantik sebelah barat Capetown. Cape Fold Belt menjadi sumber sedimen baik ke arah barat menuju Samudra Atlantik, ke selatan menuju Samudra Hindia, dan ke utara menuju Karoo Basin . Cape Fold Belt dan Capetown sejak 250 juta tahun yang lalu adalah sebuah pegunungan benturan, sedimentasi terakhir terjadi 280 juta tahun yang lalu saat endapan glasial memenuhi Gondwana.
Maka boleh disebutkan bahwa Capetown telah kehilangan catatan sedimentasinya sejak 280 juta tahun yang lalu. Sejarah geologi Capetown adalah sejarah tentang pertemuan benua-benua membentuk superbenua dan mengangkat Cape Fold Belt (250 juta tahun yang lalu), dan cerita tentang perpisahan kembali Afrika dan Amerika Selatan pada 180-130 juta tahun yang lalu yang membentuk South Atlantic Ocean. Efek benturan dan perpisahan antarbenua langka terjadi di satu tempat, tetapi di Capetown, Afrika Selatan kedua hal itu terjadi.
Tuesday, January 27, 2009
Prayer at Petak Sembilan During Chinese New Year January 27, 2009
Jakarta has more than a hundred chinese temple ( Kelenteng ). One of them is an old temple Jin De Yuan in the Pecinan Lama Glodok area in West Jakarta. This temple was built in the year 1650 by a chinese Luitenant officer Kwee Hoen and it was named as Koan In Teng that means Koan Im Pavillion. In the year 1755 this tempel was re-built by Kapitein Oei Tjhie and it was named Kim tek Le temple. Kim Tek Le temple was erected in a 3000 meter square land, that include the large fire place or Tay Bio. This temple now still strongly exists and people called as Temple of Dharma Bhakti but its is more popular with the name Petak Sembilan.
People is praying inside the temple during the Chinese New Year.
People is praying in the middle of smoke.
Friday, January 23, 2009
Laskar Pelangi : Smita Kecewa Ternyata Tokoh Lintang Tak Ada .
Kami tertarik mengunjungi Pulau Belitung karena terinspirasi novel terkenal best seller Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Anak-anakku Ginta dan Smita sangat menggemari novel-novel Andrea Hirata. Terutama Smita. Dia sangat tenggelam dan terpengaruhi dan mengagumi jalan cerita dan terutama sangat terkagum-kagum pada tokoh Lintang. Dia ingin sekali melihat Pulau Belitung dan bertemu tokoh Lintang. Karena begitu kuatnya keinginan itu dan karena aku senang melihat anak-anakku gemar membaca buku-buku novel bermutu, aku tawarkan pada mereka untuk napak tilas Laskar Pelangi.
Tuesday, January 20, 2009
Granit Boulder in Bilik Beach Belitung Island
Pantai Bilik ( Bilik beach ) is located in the in the western edge of Belitung Island.

It is called Pantai Bilik because there so many huge granit boulder as huge as a house. The granit boulder like to form a compartment in the beach. Bilik means compartment or room.



Two cute girls among the granit bloulder.
It is called Pantai Bilik because there so many huge granit boulder as huge as a house. The granit boulder like to form a compartment in the beach. Bilik means compartment or room.
Two cute girls among the granit bloulder.
Monday, January 19, 2009
Manggar Beach in Belitung East
Wednesday, January 14, 2009
Upacara Seren Taun Guru Bumi di Kampung Budaya Sindangbarang
Denah menuju Kampung Budaya Sindangbarang.
Saturday, January 3, 2009
Kampung Budaya Sindangbarang Kabupaten Bogor
Kampung budaya sindangbarang terletak di desa pasir eurih kecamatan tamansari kabupaten Bogor Jawa Barat. Berjarak hanya 5 km dari kota bogor, atau 60 km dari kota Jakarta. Berada pada ketinggian 350 – 500 meter dpl, terdiri dari 14 RW dan 54 RT dengan jumlah penduduk mencapai 12000 jiwa.
Mata pencaharian sebagian Pesar penduduk adalah menjadi pengrajin sendal sepatu dan petani. Penduduknya 90% beragama Islam dan masih memegang sistim kekeluargaan yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-harinya. Curah hujan di kampung budaya sindangbarang cukup sedang dan cuacanya berkisar antara 23 derajat C pada malam hari dan 30 derajat C pada siang hari.
Sindangbarang, nama tersebut telah dikenal dan tercatat dalam babad pakuan / pajajaran sebagai salah satu daerah penting kerajaan sunda dan pajajaran. Hal ini disebabkan di sindangbarang terdapat salah satu keraton kerajaan tempat tinggalnya salah satu istri dari prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Sedangkan penguasa sindangbarang saat itu adalah Surabima Panjiwirajaya atau Amuk Murugul. Bahkan Putra Prabu Siliwangi dan Kentring manik mayang sunda yang bernama Guru Gantangan lahir dan dibesarkan di Sindangbarang.

Rumah-rumah untuk para tamu yang berada di tengah sawah. Sejauh mata memandang sawah luas menghampar hijau.

Rumah untuk tamu yang terletak di tengah taman bunga yang asri.

Kupu-kupu indah banyak beterbangan di taman yang indah di Kampung Budaya.
Mata pencaharian sebagian Pesar penduduk adalah menjadi pengrajin sendal sepatu dan petani. Penduduknya 90% beragama Islam dan masih memegang sistim kekeluargaan yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-harinya. Curah hujan di kampung budaya sindangbarang cukup sedang dan cuacanya berkisar antara 23 derajat C pada malam hari dan 30 derajat C pada siang hari.
Sindangbarang, nama tersebut telah dikenal dan tercatat dalam babad pakuan / pajajaran sebagai salah satu daerah penting kerajaan sunda dan pajajaran. Hal ini disebabkan di sindangbarang terdapat salah satu keraton kerajaan tempat tinggalnya salah satu istri dari prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Sedangkan penguasa sindangbarang saat itu adalah Surabima Panjiwirajaya atau Amuk Murugul. Bahkan Putra Prabu Siliwangi dan Kentring manik mayang sunda yang bernama Guru Gantangan lahir dan dibesarkan di Sindangbarang.
Rumah-rumah untuk para tamu yang berada di tengah sawah. Sejauh mata memandang sawah luas menghampar hijau.
Rumah untuk tamu yang terletak di tengah taman bunga yang asri.
Kupu-kupu indah banyak beterbangan di taman yang indah di Kampung Budaya.
Thursday, January 1, 2009
We Have Embarked to the New Year 2009
This fisherman departed for the sea yesterday. Now, in the following morning he embarked to the shore and the year has changed. It is a new year. We all have embarked to the new year. The same land with the new hope. We may face the same job but with the new hope.
Yes, today is the First Day of January 2009. We are all given the same amount of time. Some people will make a big leap and impact in its fraction of time, some will just follow the time.
It is our decision whether or not having a solid New Year Resolution for The Year 2009.
The lesson learn : IF ONE DOES NOT KNOW TO WHICH PORT IS SAILING, NO WINDS IS FAVORABLE.
Subscribe to:
Posts (Atom)