Selasa 27-07-2021,Pekan Biasa XVII
Bacaan I: Kel 33:7-11;34:5b-9.28, Mazmur: 103:6-7.8-9.10-11.12-13, Bacaan Injil: Matius 13:36-43
*Ayat yang menginspirasiku pagi hari ini.*
_"Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"_ MATIUS 13:43
*Renungan batin:*
Pada bacaan Injil hari ini Yesus membuat menjadi jelas bagi kita apa yang dimaksud dengan penabur, benih baik yang menjadi gandum, lalang, dan penuai. Benih adalah Sabda Allah, gandum adalah orang-orang benar yang kelak akan bersinar seperti matahari dalam Kerajaan Surga. Mereka yang akan bersinar adalah mereka yang menerima Sabda Allah dan memeliharanya hingga berbuah berlimpah-limpah. Mereka juga akan bersinar bagai matahari pada waktu ini untuk yang bertahan tidak tergoda untuk ditumbuhi lalang yang ditaburkan oleh iblis.
Ketika kita dibaptis kita menyediakan diri kita menjadi ladang yang siap ditaburi Sabda Allah oleh Kristus. Melalui Gereja Katolik kita menerima benih-benih sabda-Nya.Sebagai anggota Gereja kita adalah anak-anak Kerajaaan di lain pihak lalang yang hidup berdampingan dengan kita adalah benih-benih melawan Allah yang ditaburkan iblis.
Selain melalui perjumpaan dengan manusia dan alam semesta, kita mengenal Allah melalui Alkitab. Ketika kita membaca Alkitab kita belajar diam untuk mendengarkan Allah berkata pada kita. Itulah saat-saat intim ketika benih-benih kebenaran Sabda Allah ditaburkan dalam hati kita. Kita tidak berbicara tetapi diam mendengarkan dan merenungkan, memberi kesempatan Allah berbicara agar kita mengerti kehendak-Nya.
Di dalam merenungkan bacaan Injil kita bisa mengenal berbagai tokoh-tokoh manusia yang berhadapan dengan Yesus. Ada tokoh-tokoh yang protagonis dan ada yang yang antagonis terhadap Yesus. Dari karakter-karakter tokoh protagonis yang benar menurut kehendak Allah dan antagonis yang tidak benar menurut kehendak Allah, kita bisa belajar membedakan mana yang akan menjadi benih gandum dan mana yang akan menjadi lalang bagi kita.
Alkitab bukan buku pedoman ilmu pengetahuan. Perlu sikap yang benar dalam membaca alkitab.Kita perlu hati terbuka dan polos ketika membaca alkitab. Keahlian dan ilmu belum menjamin bahwa membaca kitab suci benar-benar menjadi Firman Allah bagi kita. Bergaul dengan alkitab berarti bergaul dengan Allah sendiri dengan menemukan Firman-Nya.
Baiklah kita perhatikan pesan yang dikatakan oleh St Hieronimus : *Sebab tidak mengenal Alkitab berarti tidak mengenal Kristus*–Dei Verbum 25.
*Doa:*
Tuhan Yesus, aku ingin semakin mengenal Engkau. Tuhan, sabda-Mu menyadarkan aku bahwa Engkau sungguh mengasihi aku meskipun aku ini keras kepala dan banyak kesalahan serta dosa. Ambillah aku menjadi milik Mu Demi Kristus, Tuhan, dan Allah kami, sepanjang segala abad. Amin.
No comments:
Post a Comment