Monday, February 7, 2022

Iman yang menyembuhkan

Senin 7 Februari 2022, Pekan Biasa ke-5
Bacaan liturgi hari ini:
Pertama 1 Raja-raja 8:1-7.9-13 
Injil Markus 6:53-56

*Iman yang menyembuhkan* 

Bacaan Injil hari ini menceritakan kepada kita tentang iman orang-orang di desa-desa di tepi danau Genesaret yang menyembuhkan sakit mereka.

_Orang meletakkan orang-orang yang sakit di pasar dan memohon kepada Yesus, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah Yesus saja. Dan semua orang yang menjamah jumbai jubah Yesus menjadi sembuh.( Bdk. Markus 6: 56 )._ 

Sikap dan tindakan iman itu sangat sederhana. Tidak meminta untuk bisa melakukan hal-hal yang besar atau sedang. *Cukup yang kecil saja: menyentuh jumbai jubah-Nya*, dan karunia kesembuhan itu mengalir kepada mereka. Mereka tidak minta digendong atau diusap atau diberi kesempatan bercakap-cakap dengan Yesus. Tetapi hanya dengan penuh iman akan kuasa dan kasih Allah, mereka menyentuh jumbai jubah Yesus, dan mereka mendapat kesembuhan. _*Sentuhan mereka telah menjadi doa yang penuh kuasa bagi mereka.*_

Kehadiran Yesus telah memberikan rasa aman pada orang-orang yang merindukan dan membutuhkan kesembuhan jiwa dan raga, sebagaimana dilakukan oleh orang-orang banyak di tepi Danau Genesaret. Berbondong-bondong orang menggotong orang sakit ke hadapan Yesus ( bdk Markus 6: 55). Dengan kacamata iman mereka melihat Yesus telah menjadi tanda kehadiran kuasa Allah di tengah-tengah mereka. Demikian pula nama Yesus kini telah menjadi tanda kehadiran Allah. 

Terlalu banyak orang yang datang minta kesembuhan pada Yesus saat itu. Namun para pengantar orang-orang sakit itu tetap datang dengan penuh iman. Mereka tidak peduli apakah Yesus akan sempat menyapa mereka atau tidak. Iman membuat sentuhan memiliki daya penyembuhan. 

Mereka mendapat kesembuhan hanya dengan menyentuh jumbai jubah Yesus. Iman mereka telah menyembuhkan mereka. Menyentuh jumbai Yesus adalah tindakan yang sangat sederhana. Suatu ungkapan yang lahir dari penyerahan diri total, sangat sederhana tidak rumit dan percaya akan penyelengaraan Allah di dalam Yesus.

Duka dan kecemasan masih meliputi hati kita karena wabah covid-19 dan variannya yang masih merajalela. Kita masih gagap dan kebingungan menghadapinya. Di sinilah sosok Yesus menjadi harapan kita. _"...hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Penyerahan diri sepenuhnya, dengan kesederhanaan tanpa kerumitan, dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh"_.

Kita hindarkan segala kenginan utuk tercapainya kepuasan-kepuasan yang sebetulnya tidak perlu untuk keselamatan. Kehadiran Yesus yang memberikan harapan, rasa aman dan tenang di tengah situasi yang mencemaskan dan menakutkan menjadi fokus permenungan kita hari ini. 

*DOA*
TUHAN Yesus dengan penuh iman kami membawa saudara-saudara kami yang saat ini sedang sakit ke hadapan-Mu. Kami menyentuh jumbai jubah-Mu memohon kesembuhan untuk para saudara kami yang sedang sakit. Jadikanlah para saudara kami ini sembuh dan sehat kembali. _(@jg_arif_wibowo)_
.
.
https://awibowo325blog.wordpress.com/2022/02/07/iman-yang-menyembuhkan/ 




No comments:

Post a Comment