Monday, January 10, 2022

Pembaptisan dan Kerasulan Doa

Sabtu 8 Januari 2022.
Bacaan pertama : 1 Yohanes 5: 14-21
Injil : Yohanes 3:22-30.

Kadang-kadang  dalam interaksi pergaulan kita merasa bahwa mengucapkan doa untuk seseorang itu sekedar basa-basi. Apalah beratnya mengucapkan doa untuk seseorang. Terkadang kita mengucapkan sebagai pelengkap basa-basi pergaulan. Tetapi, bagi orang yang percaya dan merindukan hidup kekal, doa itu sangat berarti dan berharga baginya. Jauh lebih berharga dari hadiah materi. Maka jika ia setuju dengan doa itu, ia hanya mengaminkan saja maka para malaikat yang di sekelilingnya juga akan mengaminkan untuk dia.

_"Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa." 1YOHANES 5:16_

Siapakah dari kita tidak berdosa? 
Kiranya kita semua membutuhkan didoakan oleh sesama kita dan menjadi panggilan kita semua untuk saling mendoakan. Doa menjadi pemberian sebagai ungkapan pengharapan dan kasih yang menghidupkan. Dengan demikian mendoakan sesama atau dunia menjadi bentuk panggilan kerasulan umat beriman.

Apakah yang paling berharga bagi kita orang beriman? Tidak lain adalah hidup kekal. Kita yang sudah menerima pembaptisan ini telah diangkat menjadi anak-anak Allah dan saudara dari Yesus putera sulung Bapa. Pembaptisan adalah pintu masuk untuk memenuhi  kerinduan kita bersatu dengan Bapa dalam hidup kekal. Karena kita berpengharapan maka kita bertobat dan menerima diri dibaptis. 

Sebagaimana diteladankan oleh Yohanes pembaptis, pembaptisan adalah membuka jalan bagi hadirnya Mesias, Yesus Kristus putera Allah. Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus yang memberikan dirinya dibaptis. Yesus adalah Dia yang akan datang yang akan memberikan hidup kekal bagi manusia yang percaya kepada-Nya. Gereja mewarisi kuasa membaptis ini bagi kita. Dengan pembaptisan ini kita menjadi saudara Yesus dan anak-anak Allah. Pembaptisan menjadi pintu rahmat akan kehadiran Yesus di dalam hati kita. 

Yesus yang adalah Tuhan telah memberi diri-Nya dibaptis, Ia merendahkan diri-Nya setara dengan  manusia dan kelak Ia menang atas maut melalui kesetiaan-Nya menderita disalib, wafat dan bangkit. Jalan itulah yang diwahyukan Allah melalui inkarnasi-Nya agar menjadi nyata bagi manusia akan jalan keselamatan. 

Dalam hidup menggereja, kita saling mengulurkan tangan untuk memajukan persekutuan umat demi kemuliaan TUHAN. Yohanes memberi teladan bagi kita untuk menjadi anggota kerja sama kelompok yang baik dalam meluaskan Kerajaan Allah. Yohanes berbahagia disamping mempelai pria yang hadir menemui mempelai perempuan  di tengah-tengah pesta ( bdk Yohanes  3: 29 ). Yohanes menjadi penuh sukacita ketika ia semakin kecil dan Yesus Sang Sabda semakin besar dan luas diterima. Kita yang mengabarkan dan menjalani perutusan pembaptisan harus menjadikan Sabda Allah dalam Yesus menjadi semakin besar dan dimuliakan di tengah-tengah dunia.

_@jg_arif_wibowo: TUHAN, hendaknya  melalui doaku  Engkau menjadi aku penyambung kerahiman-Mu untuk sesamaku._
.
.
https://awibowo325blog.wordpress.com/2022/01/08/kerasulan-doa-dan-pembaptisan/


No comments:

Post a Comment